Terusir - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, April 13, 2018

Terusir

Di jurusan tempat kuliahnya, nama Jon Quixote tak dikenal adik2 tingkatnya. Tapi di jurusan tetangga, justru ia seakan menjadi salah satu orang yg ditunggu kedatangannya.

Adik kelasnya tanya, mengapa cari istri jauh2 di kota tempat kuliahnya. Apa disana, kota kelahirannya dia gak laku? Di kota sendiri ia tertolak, di kota orang, yg lebih besar, ia diterima.

Itu tanda untuk kehidupannya. Memasuki awal usia 30 kelak, bisa jadi ia akan diusir dari desanya. Tak disenangi pemuka agama karena 'sesat', oleh saudara2nya yg lebih dulu cerdas, mungkin seperti Al Hallaj yg suka dzikir 'mabuk'. Dan akhirnya dipenggal, dimutilasi, dibakar, lalu abunya dibuang di sungai. Tak disenangi penguasa, karena ia tak pernah menganggap mereka penting.

Bisa jadi, memasuki usia 35th ia akan diusir dari kotanya. Dibenci pemuka agama kota, mungkin karesidenan, karena 'menyesatkan' para pemuda. Seperti Socrates yg 'menyesatkan' generasi muda dan memilih minum racun daripada bebas tapi tak boleh mendidik lagi.

Dan bisa jadi, itu semua hanya ketakutannya untuk konsisten dalam pemikirannya yg beda.

Bacaan selanjutnya

Mubahalah                                                                                                     Hijrah intelektual  1   

No comments:

Post a Comment