The First Wisdom - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, April 2, 2018

The First Wisdom

Yg paling pantang seorang murid lakukan pada gurunya (memang benar konsep 'guru-murid' itu tak tepat) adalah meremehkannya, terlebih lagi mengejek menertawainya. Jika ada seorang guru yg begitu konyol, aneh, sableng dalam pandanganmu lalu kau terangsang meremehkannya, maka kau tertakdir menjadi manusia dungu seumur hidup._Jon Q_
Khidir berkata pada Musa, "Kau tak akan mampu belajar denganku," mengapa Khidir seakan menolak seseorang yg ingin belajar dengannya? Untuk apa seseorang memiliki ilmu jika tak ada yg belajar bersamanya?

Orang mengira perguruan Shaolin - dengan kumpulan orang-orang botak, mengajarkan bela diri tingkat tinggi. Pelajaran dapat dibaca, tapi kebijaksanaan hidup hanya mereka yg 'awas' pandangannya saja yg dapat melihatnya. Para orang shaolin itu tak diajari bela diri pada awalnya. Mereka hanya melakukan apa yg biasa dilakukan di rumahnya di desa masing-masing. Mengepel, mengambil air dari mata air, memasak, mencuci. Sampai di antara mereka muak, mengapa hanya belajar itu? Jika di rumah mereka juga bisa! Pekerjaan 'rendah', seperti mengepel dan lain-lain itu, dianggap sebagai hal yg remeh. Berbeda dengan orang yg mendapatkan kebijaksanaan darinya. Justru di sana letak kebijaksanaan pertama : melakukan kebaikan yg sebenarnya tak diinginkan. Kebijaksanaan hidup pertama, adalah menjaga jarak dari keinginan individual, dan mendekatkan diri pada kebaikan universal sekalipun itu tak diinginkan. Orang yg tak paham akan menganggap sikap seperti ini dengan sebutan 'munafik'. Menginginkan, tapi tak berani meraihnya. Benar, itu munafik jika keinginan itu adalah keinginan individual, dan ia tak sedang dalam tanggung jawab 'menuntun' banyak orang. Tapi untuk orang-orang 'tertentu', itu salah. Orang-orang 'tertentu' itu lebih memilih 'meng-Allah', lidah jawa mengatakan 'mengalah', 'ngalah', 'nga' (menuju) 'lah' (Allah). Seperti Khidir yg pura-pura menolak Musa yg sedang semangat-semangatnya belajar, gurumu yg senang bercanda dan nampak gila, bisa jadi itu menantangmu : siapa di antara kalian yg mampu. Siapa di antaramu yg bisa menjadi kepanjangan dirinya, yg ketika orang ingin belajar padanya, mereka cukup belajar padamu, murid intelektualnya.

#konsultasipsikisgratis

Bacaan selanjutnya

Menyelam Mancing yuk? (esai perenungan)

No comments:

Post a Comment