Kunjungan Jon di alam kubur - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, May 26, 2018

Kunjungan Jon di alam kubur

Mas, pulang, mas!

Sebenarnya bukan kematian yang paling ditakutkan manusia di dunia ini, melainkan ketidakpastian. Tapi, kematian selalu menjadi tamparan kesadaran paling menyakitkan. Boleh menangis, tapi jangan bersedih, meski tak boleh juga kita merasa senang dengan kematian seseorang sekalipun ia seorang koruptor kelas berat. Senang melihat orang susah adalah tanda sakit jiwa.

Aku juga menangis saat kakak kita meninggal awal tahun kemarin. Aku tak sedih, tapi entah kenapa aku menangis begitu pilu. Saat aku mengantar anaknya naik motor ke rumah sakit, beliau berbisik di telinga kesadaranku : aku sudah pergi, titip anak-anakku ya.

Tentu saja aku menolak. Aku protes pada Tuhan. Aku datangi Arsy-Nya, tak boleh panggil kakakku secepat itu. Aku khilaf.

"Mas, pulang, mas!" Aku panggil dia.

'Pulang?" tanyanya sambil jalan menjauh. "Ini aku sudah pulang, mengapa kau bersedih?"

Aku kebingungan. Jadi, yang seharusnya sedih siapa? Kita yang tak pulang-pulang, atau mereka yg telah pulang melihat kita tak mau pulang?

Allahumaghfirlahu warhamhu wa afihi wa fu'anhu, hu diganti ha, jika ia perempuan. Doa itu sampai, diucapkan oleh yg masih hidup di dunia agar Tuhan menyanyangi almarhum.

Allahuma la tahrimna, ajrohu, wa la taftina ba'dahu, waghfirlana walahu. Doa ini adalah yg diucapkan ruh untuk manusia yg ditinggalkannya di dunia : Tuhan, jangan Engkau halangi pahala kami karena mereka, jauhkan fitnah dunia dari mereka sepeninggal kami, ampuni kami dan mereka.

Jangan kau anggap mereka mati, mereka hanya berpindah, sejenak berpisah. Dan kata siapa perpisahan itu tak sakit? Tentu kita boleh menangis. Itu tanda cinta.

#ngopi   #kopimistis

No comments:

Post a Comment