'Saktinya' ayah si Jon Quixote - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, May 8, 2018

'Saktinya' ayah si Jon Quixote

Ku anfusakum wa ahlikum naaro,  fa la quwata illa bi idznillah. Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka, maka pasti kamu tak akan bisa kecuali atas izin Allah.

Setelah kecelakaan tahun 2012 lalu, jalan ayah si Jon agak pincang. Kakinya sembuh, tapi ada syaraf yang tidak bisa kembali normal. Membuatnya tak bisa berjalan jauh lagi, kontras dengan saat masih aktif di Dinas PU dulu. Berjalan sepanjang sungai atau waduk, beliau sanggup.

Rentang waktu enam tahun setelah itu, keluarga Jon terus bertempur. Tentu saja, sebenarnya ini adalah medan pertarungan si Jon. Tuhan memunculkan ujian hidup seperti itu untuknya. Ghozwul fikr (bertanding pemikiran) dengan oknum kementerian setingkat pejabat pemerintah, bertempur menjaga masyarakat agar tidak tercerai berai, menjaga keluarga agar tidak mudah 'terbakar' dengan kabar-kabar shoking (mengagetkan) dari pihak-pihak pembenci, yang yang paling berat adalah tetap tenang menghadapi psikosis kakaknya sendiri yang tak pernah tenang melihat Jon tetap tenang menghadapi persoalan-persoalan besar. Dan ayah si Jon, tak luput dari beban pikiran itu, meski anak bungsunya itu (Jon) lebih sering menyembunyikan tugas-tugas berat untuk dirinya sendiri daripada di-share kepada keluarganya. Tugas besar, yang bisa jadi itu adalah jalan Tuhan untuk menjaga Jon dan keluarganya dari api penyiksaan dunia dan setelah kematian. Tuhan tak akan memberikan amanah pada manusia murahan, karena kepercayaan adalah sesuatu yang mahal (mulia).

Lalu, tiga hari kemarin, ayah si Jon divonis kena stroke ringan. Jalannya semakin sempoyongan, jari-jari tangan kanannya kaku, bicaranya semakin susah, dan ini bisa jadi kabar baik untuk para haters keluarga dan perjuangannya. Karena mereka, para haters, dari tahun-tahun sebelumnya memang mendoakan agar ayah si Jon itu segera meninggal. Tapi, satu hal yang Tuhan jadikan keistimewaan dalam diri Jon, yang orang lain lihat justru sebaliknya : di balik lagat polosnya Tuhan membuka beberapa hijab gaib. Bahwa Jon mampu 'menghitung-hitung' kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Dan dia, siap setiap malam berpikir keras untuk mengubah 'peta jihad' yang telah dibuat sebelumnya. 'Tidak ada rencana paten' katanya. Semua bisa saja berubah, karena memang itulah hukum mutlak alam : perubahan.

Ayah si Jon sakit, tapi tak pernah mau diam atau sekedar tidur-tiduran dalam sakitnya. Ia terus merenung, berdzikir, meskipun agak sulit juga untuk mengawali komunikasi. Jon terus berdoa mudah-mudahan ini hanyalah batu kerikil kecil, yang sebentar lagi ayah Jon lewati. Karena pertempuran masih panjang, dan berbekal mimpinya saat masih remaja (yang menjadikan si Jon taubat), ayah ibunya (mudah-mudahan) berumur lebih dari 80 tahun. Saat ini, ayah si Jon menjelang 70 tahun. Dan beliau masih sanggup bertani, sebelum sakit beberapa hari kemarin.

Puisi untuk ayah

Ayah, tanganku akan terus terkepal
Dan langkahku akan terus berjalan
Doakan aku dengan tanganmu, dengan lisanmu, dengan hatimu
Aku tak akan pernah diam sampai Tuhan memintaku berhenti

Tak ada yang aku harapkan lagi di dunia ini
Keputusasaan pada dunia ini telah aku ikatkan di hati
Kini aku hanya punya iman
Ditepati atau Tuhan ganti aku tak punya hak untuk menyangkal

Ayah, aku tak pernah meminta dilahirkan sempurna
Dan engkau tahu anakmu ini membuat orang-orang ingin tertawa
Terlihat lemah dan mau dianiaya siapa saja
Seakan tak punya hati karena ditindaspun tak akan melawan

Ayah, aku belajar banyak dari sejarah
Rasul kita seringkali pulang membawa luka parah
Bibir sobek terpukul atau gigi patah
Kening berdarah atau dada terpanah

Aku akan terus maju hingga hidupku terdengar iqomah
Akan ku ringkas hidupku hingga tinggal sholat dan jihad
Dunia sebentar lagi aku tanggalkan di belakang
Semangatku akan terus berkobar dan ku simpan dalam diam

Ayah, jangan takut akan apa yang sudah Tuhan gariskan
Dia maha baik hanya kita sajalah yang kurang sabar
Ini jalan kita sebagai para pejuang
Berjamaah atau sendirian akan ku buktikan aku tak mau tumbang

Merangkak pun aku akan terus maju
Seluruh dunia memusuhiku aku tak akan peduli
Selama Tuhan tak menegurku
Kepala dan kepalan tanganku akan sama kerasnya

*Jon Quixote

No comments:

Post a Comment