Tajriy min dlolalati - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, May 31, 2018

Tajriy min dlolalati

Iqro bismirabbika aladzi kholaq // bismillahi ar rahman ar rahim // alhamdulillahi rabbil 'alamin // ar rahman ar rahim // ar rahmanu alamal qur'an kholaqol insan // kholaqol insana min alaq._Jon Q Syatahat_ 

Hati rasul ibarat cermin bening yg bersih. Malaikat, cahaya, memantul di hadapannya. Ketika ia terpeluk, 'iqra', sang ruh melekatkan 'bacaan' pada hatinya. Tapi jawab rasul, "Aku tak bisa membaca," sampai berkali-kali. Karena yg seharusnya membaca bukanlah mata, tapi hatinya. 

Dan nama Tuhan, Allah, adalah yg seharusnya hati ucapkan di tiap akan membaca. Bukti cinta, rasa, pengakuan, rahman dan rahim, dalam tiap apapun yg akan dilakukan. Kemudian memuji-Nya, pengakuan ketundukan, hanya Ia penguasa alam semesta. Tak ada ketakutan apapun, kecuali yg datang ketika keyakinan pada Tuhan hilang. Karena barangkali pertempuran manusia yg sebenarnya adalah melawan ketakutan yg diciptakan dirinya sendiri. Dan rahman, rahim, adalah penguatan, bahwa Ia tak memberi keburukan seperti yg manusia pikirkan. 

Setelah Tuhan menciptakan 'pena' - qalam, ia diperintahkan menulis pada 'lembaran kehidupan' : Lauh al mahfudz. Lembaran itu diajarkan pada malaikat, dan mereka taat, patuh, tanpa bertanya atau meminta penjelasan. Kemudian terciptalah manusia, yg belajar, membaca sebagian tulisan dalam 'lembaran' itu yg nampak dalam kehidupan. Ia bertanya, mencari penjelasan, dan tentu saja, tak pernah puas. Tuhan pun memberi jawaban, menjelaskan apa yg ia baca, meneguhkannya. Berbeda dengan malaikat yg taat menghafal dan memang tak diberikan pilihan, manusia diberi pilihan untuk membangkang. Menolak apa yg dulu diyakini benar, atau menutup hati dari apa yg memang sungguh-sungguh benar, tapi tak menyenangkan. Tapi memang Tuhan menyiapkan dua jalan pilihan, fa-alhamaha fujuroha wa taqwaha. Ada jalan kebenaran, dan ada juga jalan ketersesatan. Keduanya sama, akan berakhir kembali pada Tuhan.

#kopisinau    #ngopibareng    #ngopi

No comments:

Post a Comment