Tak pernah jera - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, May 30, 2018

Tak pernah jera

Padi tak punya waktu untuk menunjukan diri tentang seberapa kaya ia. Yg ia lakukan hanya merunduk ketika semakin berisi. Barangkali seperti itu seorang yg berilmu. Tidak nampak keilmuannya, terlihat konyol, lemah, dan tak berdaya. Seperti alam, hening, tapi menakutkan ketika waktunya tiba._Jon Q_ 

"Pulang sore terus? Dari mana?" tanya ibu Jon. Kira-kira dua minggu ini Jon sering pulang sore, bahkan maghrib. Tapi bukan apa yg dilakukan itu yg menurutnya penting, pertanyaan "Dari mana?" itu benar-benar mengganggu. 

Teman-teman bekerja si Jon mungkin melihat tubuhnya berada di dekat mereka. Sedang jiwanya, akhir-akhir ini kembali mengembara. Ia tak pernah jera. 

"Kenapa sih kamu gak pernah kapok? Yg nurut deh sama ibu," jengkel ibu Jon saat SMA, anaknya tak pernah jera : pulang babak belur, sakit karena begadang, motor rusak. Tapi memang si Jon pendiam. Ia tak pernah mau melawan ibunya. 

"Aku mengerti, Engkau tak ada dalam pengetahuanku," kata Jon dalam meditasinya. "Bagaimana caraku menyembah-Mu jika Engkau tak bisa sedikitpun ku pikirkan?" 

"Ikutilah rasul-Ku," 

"Aku mengikuti rasulullah, melalui para ulama, baik yg disebut ulama ataupun yg tak mau disebut itu. Tapi mana yg benar-benar?" 

"Pelajarilah kebaikan di antara mereka," 

Hening. 

Seakan ada jembatan jawaban yg terputus. 

"Aku terus mencari, aku belajar, aku tak pernah jera tersesat, tapi, bagaimana aku yakin bahwa yg aku rasakan adalah Engkau, bukan khayalan yg ku buat-buat sendiri? Bagaimana aku yakin, Tuhan?"

#ngopi    #kopiesai   #kopicerita

No comments:

Post a Comment