A lies in our future - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, June 3, 2018

A lies in our future

The thing that had been is that shall be (Herodotus, atau Thucydides?)... To be a human is to be destroyed._Gie_ 

Akhirnya Jon mengerti, mengapa akhir-akhir ini ia merasa 'aneh'. Bukan 'guru-gurunya' (buku-buku) yg meninggalkannya, tapi dia lah yg pelan-pelan meninggalkan para pendidik yg 'terpenjara' dalam buku itu. Kini terasa benar tentang perumpamaan yg pernah ia buat sendiri. Tentang seekor elang yg hidup di lingkungan yg bukan asalnya. Ia teringat kembali dengan pertanyaan-pertanyaan intelegensi saat ia masih muda. 

"Jika pada orang-orang cerdaslah suatu peradaban dapat tumbuh, berapa lama peradaban itu akan bertahan?" 

"Sejarah seperti lokomotif yg diciptakan manusia, tapi manusia tak mampu mengendalikannya (Gie). Untuk apa berlelah-lelah seperti itu?" 

"Semua peradaban tumbuh, berkembang, kemudian jaya, dan pada akhirnya runtuh. Seakan ini lingkaran setan yg umat manusia tak mampu keluar darinya?" 

Bumi berputar pada porosnya. Kembali pada tempatnya semula, berbeda di hadapan sang surya. Tapi semuanya berulang, apa yg telah terjadi adalah yg akan terjadi. Mengapa manusia tak pernah kapok? 

"To be a human is to be destroyed," gumam Jon. "Manusia menjadi manusia yg utuh setelah melewati keruntuhan demi keruntuhan. In suffering and loneliness someone can be a true Cristian (Kierkegaard). Tapi rasanya aku semakin cengeng. Tak seperti dulu yg menantang masa depan, kini semacam ada rasa ketakutan menghadapinya. Tak percaya apa-apa lagi, seperti kebohongan yg pernah terjadi dalam sejarah kehidupan banyak manusia. Pesimistik terbalik, life for nothing but fight with all power soul,"

#ngopi   #kopiesai

No comments:

Post a Comment