Bangkit lebih awal (esai) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, June 12, 2018

Bangkit lebih awal (esai)

Akan datang hari ketika mereka, anak-anak muda, tersadar. Bahwa kehidupan tak semudah seperti yg biasa mereka alami. Akan bangun kesadarannya, tentang hidup manusia yg tak selalu bisa mengandalkan orang lain : ibu, ayah, teman, saudara. Beruntunglah mereka, anak muda, yg selalu bersiap datangnya hari yg setiap orang berjalan sendiri-sendiri._Jon Q_

Seorang teman bercerita tentang keponakannya. Ia seorang gadis yg telah lulus SMA beberapa bulan lalu. 
"Disuruh menyapu halaman rumah neneknya, eh, malah jawabnya, 'Bukan rumah aku,'," kata teman Jon. "Padahal hampir tiap hari makan dan tidur di rumah neneknya itu," 

Si Jon tersenyum. Ia tak lantas menyalahkan keponakan temannya itu, karena zaman telah membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikirnya. 
"Cepat atau lambat, mereka, anak-anak muda, akan belajar," kata Jon. "Tentang kehidupan yg benar-benar sulit untuk dikuasai. Satu per satu keinginannya hilang, harapannya putus, dan ia akan seperti orang tua yg menyerah dalam usia muda," 

"Sebenarnya apa sih yg bisa kita lakukan pada mereka, Jon? Membiarkan, kasian. Dia dikendalikan kebodohannya. Diingatkan, tak peduli," 

"Kita juga punya kehidupan masing-masing, bray," kata Jon. "Kita semua punya masalah hidup sendiri-sendiri. Biarkan alam mendidik mereka, meski kejam, toh kita tak menutup mata. Kita belajar untuk terus hidup dalam kebaikan, dan tak menolak ketika mereka datang,"

"Jadi, biarkan saja?" 

"Iya," 

"Kenapa?" 

"Teguran dari manusia itu tak menyakitkan. Biarkan alam yg menegurnya. Dan mereka harus memilih ketika rasa sakit itu datang : memilih kalah atau tetap belajar memperbaiki diri. Tak ada pelajaran yg lebih berharga, daripada apa yg diberikan oleh rasa sakit dan putus asa,"

#ngopi   #esai    #kisahjonquixote

No comments:

Post a Comment