Debu sejalan takdir (puisi sufi/poets) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, June 11, 2018

Debu sejalan takdir (puisi sufi/poets)



Kesedihan yg sebenarnya adalah ketika sesuatu yg kita anggap Tuhan selama ini bukanlah Tuhan yg sebenarnya 
Kita mendirikan sholat, puasa, zakat, seperti seseorang yg mempersembahkan sesaji pada berhalanya 
Kita menggoreskan gelap hitam pada jiwa 
Dan kita pula yg menghapus membersihkannya kembali 
Lalu ketika jiwa kita suci, itu pun bukan dia 
Karena dia di atas kesucian, dan kesucian pun bertasbih kepadanya 

Manusia hanyalah setitik debu dengan satu jalan takdir 
Mengapa ia yakin Tuhan memerhatikannya 
Mengapa ia yakin Tuhan menyayanginya 
Seluruh prasangka baik hanya menggema dalam jiwa 
Ia tak kemana-mana 

Manusia hanyalah setitik debu kecil yg berjalan dalam satu takdir 
Tak berarti apa-apa 
Tak memiliki apa-apa 
Seperti pejalan asing yg kebingungan akan kemana 

Kesedihan yg sebenarnya adalah ketika manusia menyadari apa yg selama ini ia sembah hanyalah sebutan 
Karena ia yg sebenarnya ada di atas itu 
Manusia menyembah sebutan yg bersholawat kepada Muhammad 
Sedang Sang Rasul menyimpan rahasia mengapa Tuhan bersholawat padanya 
Allahuma sholli 'ala sayyidina muhammad, wa 'alaa 'aliy muhammad

No comments:

Post a Comment