Malam minggu Jon Quixote - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, June 16, 2018

Malam minggu Jon Quixote

Tidak ada kata terlambat untuk mengawali kembali, apalagi tentang belajar. Hidup ini proses, seperti sejarah manusia, nyaris tak ada kata akhir._Jon Q_ 

Hari Sabtu kini si Jon benar-benar tak bisa lagi bersantai di kamarnya. Pagi ia di sekolah, siang menemani siswanya belajar mengaji, sore menghadiri pengajian orangtua siswa dan guru, malamnya mengaji shorof pada seorang ustadz, sampai tengah malam. Jangan-jangan benar gosip dia akan lanjut di al azhar, Mesir, belajar shorof, dan menghafal qur'an. Sebagai temannya, aku khawatir jika itu benar. Bisa-bisa ia dikira mumi yg hidup lagi. Gawat. 

"Wahyu yg difirmankan Allah pada nabi Muhammad, itu tak seperti ini : qur'an," kata sang ustadz. "Tidak bisa didengar, dikatakan, bahkan dibayangkan, kecuali oleh rasulullah," 

Cetar! 

Si Jon syatahat. 'Mabuk', 'kesurupan', setelah mendengar penjelasan sang ustadz. Imajinasinya seakan terbang, hendak mencapai 'penyatuan'. Tapi ia melawan, segera menyadarkan diri, karena kini ia hanya seorang awam. Yg ingin menimba ilmu lagi pada yg paham. Fas'alu ilaa ahlidz dzikr inkuntum la ta'lamun. Belajarlah pada orang yg paham, jika kamu tak mengetahui. 

Ia pun mulai mengenal 'fi'il', 'isim', mufrod, lughot, dan banyak lainnya yg menjadikan imajinasinya gembira. Seakan ia seekor ikan yg dilemparkan ke dalam samudera. Jon tak pernah belajar ilmu pesantren, tapi tradisi belajarnya membuat ia mampu belajar cepat. Termasuk kitab shorof yg penjelasannya memakai bahasa kawi (jawa kuno). Seperti kitab kuning, orang pesantren menyebutnya 'ngrembyak'. Penjelasan di bawah kata tulisan arab, bergaya miring, menggunakan bahasa kawi. 

Tiga santri datang agak malam. Sama seperti si Jon, mau belajar mengaji. Tapi sang ustadz bilang, "Tunggu ya, ini lagi mengaji yg berat," konon tahun lalu ada yg mengaji shorof, mahasiswa yg juga mengaji di salah satu pesantren kalam (filsafat) besar di kabupaten. Tapi, kata sang ustadz, hanya bertahan dua malam. Bagaimana dengan si Jon? Jangan-jangan cuma semalam doang? 

"Kamu mengaji apa di pak ustadz?" tanya ayah si Jon paginya. 
"Shorof," jawab si Jon, pendek. 
"Ada temannya?" 
"Gak ada. Pada gak kuat," 
"Kok gak dibaca lagi bukunya?" 
"Buku apa?" 
"Itu jurumiyah sama shorofnya?" ayah si Jon diam-diam lihat. 
"Oh, kan udah aku tulis yg semalam diajarin di dalam kepalaku. Aku bisa baca kapanpun dan dimanapun," 

Ayah si Jon tersenyum. Belagu benar anak bontotnya itu.

#ngopi    #ngopisufi    #esaisufi     

No comments:

Post a Comment