Nabi dan orang-orang bodoh yang mengikutinya (esai) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, June 14, 2018

Nabi dan orang-orang bodoh yang mengikutinya (esai)

Lasta alayhim bi mushoythir. Ilusi pengendalian sungguh menyebalkan. Menganggap diri mampu menguasai segala hal, sedang kedipan mata saja manusia tak mampu mengendalikannya._Jon Q_ 

Selepas Musa menyelamatkan kaum yahudi dari keganasan Fir'aun, dalam perjalanan menuntun mereka tiba-tiba perutnya sakit.
Tanpa berpikir apa-apa, ia berdoa, "Tuhan, apa obat untuk sakitku ini?" sambil berjalan pelan ia berdoa. Tuhan pun menjawab, "Pergilah ke pohon 'itu' dan makanlah beberapa daunnya," Musa bergegas menuruti petunjuk-Nya. Dan sakit perutnya benar-benar sembuh. Tapi, beberapa saat kemudian perutnya sakit lagi. Tanpa berdoa seperti sebelumnya, merasa sudah tahu apa obatnya, ia pergi ke pohon itu lagi. Tapi, sekalipun ia memakan beberapa daun, perutnya masih sakit. Tuhan pun menegur, "Aku lebihkan engkau dari manusia lain, karena Aku ingin memudahkanmu," kata-Nya. "Bukan daun itu yg menyembuhkanmu, tapi Aku yg menguasai segala sesuatu," Musa, untuk kesekian kalinya, bertobat.

Untungnya, tugas manusia hanyalah saling mengingatkan, bukan menguasai. Mengingatkan, karena manusia benar-benar senang sekali lupa. Bukan menguasai, karena kekuasaan hanya dimiliki ia yg kuat tanpa kelemahan. Dan manusia, sisi mana dari diri seseorang yg tak rapuh? 

Barangkali benar, para nabi, rasul, dan orang-orang 'bodoh' yg konsisten mengikuti jalannya adalah manusia 'gila'. Harus memikirkan orang lain agar tak tersiksa hari esok - tersesat, pun harus tega menatap dengan jelas ketika orang-orang yg diingatkannya menolak. Lalu mengikuti kehendak nafsunya, menuju kebinasaan yg tak ia sadari. 

Seperti seorang anak yg berteriak pada ayahnya dari dalam neraka. 

"Kau kejam, ayah! Mengapa kau tak menolongku saat di dunia?!" 

Jawab sang ayah, "Aku mengingatkanmu, nak. Tapi kau menolakku," kata sang ayah. "Jika pun aku boleh menggantikanmu, akan ku gantikan engkau disana, anakku. Tapi kita bertanggung jawab sendiri-sendiri,"

#esai   #nabi    #rasul    #musa

No comments:

Post a Comment