Sajak Murka (puisi/poets) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, June 13, 2018

Sajak Murka (puisi/poets)

Aku datang ke ruangan Jon di sekolahnya. Ia bilang mau pesan undangan. Tapi ternyata ditunda, karena bukan pernikahannya yg ia pikir urusan besar.
Melainkan menyenangkan bapaknya dengan satu impian : mengembalikan motor win2000 yg 'hilang'. Dulu, waktu Jon masih 3 atau 4 tahun, bapaknya punya motor itu. Dibawanya Jon jalan-jalan di sore hari sepulang dinas. Tapi, diam-diam atasannya iri. Mengancam jika motor itu tak dijual, tunjangan untuk anak istri tak akan diberikan. Picik benar. 

"Apa ini?" ucapku sendiri, melihat semacam puisi di selembar kertas. Mumpung Jon sedang wudhu mau sholat duha, aku membacanya : 



Apa kabar bos 
Tersisa apa kau kini disana 
Cukupkah uang muka stroke sebelum kau mati 
Apakah kau disana sebangga dulu 
Membusungkan dada menindas bawahanmu yg papa 

Rasanya ingin ku kencingi nisanmu itu 
Ku gali kuburmu dan ku robek-bakar tulang belulangmu 
Goblok benar kau jadi atasan 
Andai aku seorang dewasa dulu 
Rasanya geram ingin mencengkeram kerahmu dan berteriak, 
Hei, kuny*k! 
Punya berapa nyawa kau menantang alam 
Kini rasakan episode lanjut dari deritamu sebelum mati 
Jangan kau kira orang-orang tak tahu kau yg takut istri 
Tak mampu puaskan ia dengan kelamin kecilmu itu 
Penindasan yg kau terima dari istrimu 
Kau lampiaskan pada bawahanmu yg lugu 
Anj*ng! 

Tapi aku berterimakasih padamu yg cepat mati 
Karena kegoblokanmu orangtuaku semakin rendah hati 
Dan anak-anak mereka menjadi para petarung sejati 
Menertawakanmu yg dungu dengan berdoa 
Semoga kau disana diampuni dosanya

No comments:

Post a Comment