Terus tinggi mendaki (esai) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, June 18, 2018

Terus tinggi mendaki (esai)

Manusia tak akan bisa lari dari bayangannya sendiri. Kebaikan dan keburukan mengendap, bersembunyi di balik dirinya. Ia yg bertahan dalam kebaikan akan beroleh cahaya, sedang ia yg tenggelam dalam keburukan, hukuman akan datang dari arah yg tak terpikirkan._Jon Q_ 

Kisah tentang empat sahabat Jon, ketika mereka berlima yg sedang berguru pada seorang mursyid di selatan, dipanggil oleh mursyid dari utara. Banyak murid yg bertanya, mengapa lima orang, jika yg dibutuhkan mursyid dari utara hanyalah satu orang, yg akan menggantikannya? 

"Kami - para mursyid - lebih tahu," kata mursyid selatan. Terlalu banyak rahasia yg tak harus para murid ketahui sebelum waktunya. 

Murid pertama, teman Jon yg kesatu, ia berhenti di suatu desa yg tak punya lagi seorang ulama. Desa kaya raya, dan dipenuhi gadis-gadis jelita. 
"Aku tak bisa menyebut diri sebagai murid dari mursyid selatan, jika tak menolong mereka," ia berhenti. Memohon diri dari keempat temannya untuk tak melanjutkan perjalanan. 

Teman kedua Jon, dia tertarik pada seorang pejabat desa yg memintanya tinggal. Menggantikan dirinya, dan menikah dengan anak perempuannya yg disebut bunga desa. 
"Akan jadi apa desa ini jika pejabat yg menggantikannya seorang yg jahat? Aku akan mengambil ini, demi kebaikan penduduk desa," ia pun tinggal. 

Teman ketiga, ia tak tega dengan keadaan seorang gadis yg tinggal sendirian di sebuah gubuk. Orangtuanya mati terbunuh perampok, ia hidup sendirian tak memiliki saudara. 
"Akan aku temani dia. Bukan termasuk murid baik, jika aku meninggalkannya," ia tak melanjutkan jalan. 

Teman Jon yg terakhir, ia tertinggal di perkampungan yg penduduknya telah kehilangan keimanannya. Mereka murtad, dan hidup dalam hedonisme. Ia pun berhenti disana. Mengabdi, berniat memperbaiki itu. 

"Aku mendatangi mereka setelah lima tahun berlalu," kata Jon bercerita pada murid-muridnya. "Temanku yg pertama, ia menjadi lupa. Hidupnya dikelilingi kemewahan, beristri banyak, menggunakan dalih agama untuk membodohi masyarakat," 
"Bagaimana teman kedua guru?" tanya seorang murid. 
"Ia menjadi pejabat yg buta kritik. Tak mau mendengar kebenaran, karena merasa ia seorang murid guru selatan," kisah Jon. "Ia hampir sama dengan teman kesatu itu," 
"Bagaimana teman ketiga guru?" 
"Ia terbunuh, karena gadis yg hidup sendirian itu ternyata adalah umpan para perampok di kampung itu," lanjut Jon. "Dan yg terakhir, aku terkejut saat melihat desa teman terakhirku itu luluh lantak. Hancur. Desa itu dihancurkan, sedang temanku melarikan diri entah kemana," 

"Demikianlah murid-muridku," Jon mulai membagi kebijaksanaannya. "Pencarian Tuhan adalah sebuah pendakian yg sangat tinggi dan menyusahkan. Kau akan mengira tempat dimana kau berada saat ini, adalah tempat yg Tuhan takdirkan agar engkau menemukan-Nya disana. Tapi seperti teman-temanku itu, jalan Tuhan tak ada pemberhentian. Ia yg sanggup bertahan mendaki lebih tinggi, dan lebih tinggi lagi, ia yg akan mendapat kebahagiaan berada di dekat-Nya."

No comments:

Post a Comment