Titik Ba - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, June 7, 2018

Titik Ba

Hanya mangkuk yang kosong saja, yang bisa diisi. Bahwa kekosongan adalah sumber, bahwa alam yang mengalir tanpa hasrat adalah sumber._Jon Q_

Pagi dini hari, Jon berbincang dengan sahabatnya tentang pemikiran yang sudah cukup lama ia endapkan. Ia mengira, tak akan ada orang di tanah kelahirannya itu yang tertarik dengan hal itu.

“Apa bahasa yang digunakan malaikat Munkar Nakir saat menanyai mayit di dalam kubur? Apakah orang mati bisa bicara?”berawal dari pertanyaan yang si Jon kira sahabatnya itu bercanda.

“Yak, bahasa orang mati. Gak percaya, sini ta matiin kamu,” si Jon tertawa kecil. “Masa’ orang mati bisa ngomong, malaikat bego itu,”si Jon sableng.

“Aku banyak pertanyaan nih,”kata sahabatnya lagi, tak menghiraukan candaan si Jon. Karena dia memang ingin menghilangkan ‘dahaga intelek-spiritualitas’yang jiwanya rasakan. “Inti qur’an itu ada di surat apa?”

“Alfatihah?”Jon setengah ragu menjawabnya. Karena kalau sudah serius, Jon lebih sering tak tega dengan orang yang mendengarkannya. Penjelasan dari si Jon tentang hal-hal ‘mendasar’, teologis, teosofis, itu bagaikan candu. Orang akan selalu ingin, ingin, dan ingin, melanjutkan diskusi tentang itu. sedangkan si Jon sangat paham, konsekuensi orang-orang yang belajar dengannya lebih sering terbagi dua jenis : mereka menyerah dengan sedikit penjelasannya dan menjauh dari Jon, atau ia harus menjaga ‘rahasia’ apa yang mereka perbincangkan selama itu. konsekuensi kedua yang biasanya lebih sulit untuk dijaga. Karena pemahaman yang Jon berikan ibarat api yang menerangi jiwa, tapi juga panas, untuk mereka yang tak sanggup menyesuaikan jiwanya dengan pemahaman tersebut.

“Inti dari alfatihah?”tanya sahabatnya lagi.

“Bismillah?”jawab Jon.

“Inti dari bismillah?”

“Titik Ba,”Jon menjawab mantap. Ia baru sadar, dari tadi sahabatnya benar-benar ingin menghilangkan dahaga intelek-spiritualitasnya.

“Nah, kamu bisa jelaskan nggak, tentang titik ba itu maksudnya apa?”

Jon tertawa kecil.

“Serius?”

“Iya,” kata sahabatnya. “Aku punya banyak sekali pertanyaan yang benar-benar belum bisa ‘puas’ dengan jawaban yang diberikan guruku,”



"Yak, kalo gurumu saja belum bisa membuatmu merasa puas dengan jawabannya, apalagi temanmu ini yang masih belajar?" kata Jon.

bersambung,

#ngopiesai     #kopicerita

No comments:

Post a Comment