Arah (esai cinta) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, July 4, 2018

Arah (esai cinta)

Dia sudah memberiku petunjuk. Tapi - ku harap kau tak kecewa, bukan kepadamu. Bukan juga pada siapa-siapa. Aku harus bertarung lagi, mungkin hanya sebentar sebelum arah padamu tertunjukan. Kamu masih sanggup bersabar 'kan?_Jon Q_ 

Delapan akhir malam, Jon menyapa dirinya yg terdalam dengan bersujud bersama kesunyian hatinya. Akhir tahun ini, usianya berkelipatan tiga untuk angka sembilan. Tentu, sebagai 'petarung', ia bisa saja menentukan apa yg akan dipilihnya. Mengakhiri masa lajang dan dengan siapa, atau tetap dalam jalan perjuangan sampai beberapa saat lagi. Tapi, Jon tipe orang yg tak bisa berjalan tanpa petunjuk. Takdir yg terbentuk tanpa petunjuk, hanya diberikan pada orang-orang yg sombong. 




"Jadi, apa mimpimu?" tanya perempuan si Jon. Ia tahu, lelakinya itu sering mendapatkan petunjuk dari mimpi-mimpinya. 

"Belum eung. Arah ke kamu, atau ke perempuan lain, sepertinya belum bisa aku prioritaskan," kata Jon.  "Kamu juga bangun malam 'kan?" 

"Hehe, empat hari ini engga," 

" -_-' " Jon agak kecewa. "Kita 'kan sepakat, tunggu petunjuk itu. Karena aku tahu, yg menginginkanmu tak sedikit. Bisa jadi di antara mereka ada yg lebih baik dariku," 

"Seperti kamu yg sulit memastikan aku, iya 'kan?" 

"Kamu tahu, aku sedang berada dalam tanggung jawab besar," Jon memahamkan. "Sangat baik kalau kita saling tenang sebelum melangkah lebih jauh. Aku bisa saja cepat ke rumahmu, tapi nyatanya kamu belum mampu menerimaku sepenuhnya - sisi terang dan gelapku," 

Hening. 

"Aku menginginkanmu, tapi aku tak mau mendahului Tuhanku." kata Jon lagi. "Aku akan melanjutkannya, mencari 'arah' kemana aku akan datang, padamu atau pada orang lain, lewat akhir malam-malamku. Ikuti aku kalau kamu menginginkanku,"

No comments:

Post a Comment