Di dalam cahaya - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, July 29, 2018

Di dalam cahaya

9 Juni 2015

Karena, di dalam kegelapan kita tak bisa benar berjalan. Lihat sisi terangnya, dan biarkan sisi gelap tetap di tempatnya berada. Kegelapan kita butuhkan, agar kita dapat mensyukuri betapa nikmat berada di dalam terang cahaya._Jon Q_ 

Dalam keindahannya, dunia mengejek manusia, menertawakannya. Dunia mengajak manusia, agar mengikuti aturannya. Dunia mengajak manusia berputar, menari mengikuti alunan irama nada-nada yg memabukan jiwa. 

Padamu keheningan, ajarkan aku, mengapa kesetiaan membuat waktu berjalan begitu lamban? 


Masa lalu memburu waktu, tak ada yg mampu melawan, meski manusia menyeret-nyeretnya agar ia tetap lama bertahan. 

Tapi apa yg bisa manusia lakukan? 

Tak ada yg lebih kejam darinya. Sedih senang ia telan sambil lalu. Kurang ajar, bukan? 

Dimanakah manusia harus meletakan harapan, agar ia tak terjatuh, hancur menjadi kepingan-kepingan sampah zaman? 

Tuhan tak peduli, ia meminta manusia menyelesaikannya sendiri. Waktu, kau benar-benar menyebalkan. Mengapa kau menggali, apa-apa yg seharusnya telah dalam-dalam terpendam? 

Mengapa kau membuka, luka-luka yg seharusnya telah lama tertutup ingatan? Kau menghanyutkan kesadaran, bersama dunia kau menyesatkan manusia menuju kegelapan. 

Tapi, kegelapan memang terlahir sebelum terang. Kegelapan adalah kekosongan, ketika tak ada apa-apa yg sanggup berkata dirinya telah ada. Dari kegelapan munculah waktu, melahirkan cahaya, dan dunia. Dengan runtutannya, dunia memiliki segala keindahan, kemewahan, yg meski terlihat jelas tapi membutakan. Dunia menggunakan kemampuannya mengosongkan pikiran manusia. Tak berpikir tinggi, karena takut jatuh. Tak berani berpikir besar, karena telah nyaman dalam kekerdilan. Tak berani meraih cahaya, karena selain menyilaukan, kegelapan terasa menenangkan. Dalam gelap, manusia tak mampu membedakan, hidupkah ia atau sedang dalam kematian.

No comments:

Post a Comment