Di(b)utuhkan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, July 8, 2018

Di(b)utuhkan

18 Juli 2015

Segala sesuatu yg tak masuk akal, yg membuatmu menjadi bukan dirimu, menjadikanmu lebih buruk dari sebelumnya, itu adalah nafsu. 
Segala sesuatu yg tak masuk akal, membuatmu menjadi bukan dirimu, menjadikanmu lebih baik dari sebelumnya, itu adalah cinta. 

Seorang adik bertanya, "Mengapa lawan dari kata 'nar' (api), neraka, itu bukan 'riyaha', air, kak? Tapi, jannah, surga?" 

Tokoh kita ini, si Jon, terdiam. 

"Cerdas benar kamu ini," kata Jon. 

"Penjelasannya dong, hehe," balasnya. 

"Belum tahu, dek. Aku bertapa dulu yak?" Jon kena batunya. Dia tak tahu jawabannya. 
Lima menit kemudian, Jon menjelaskan : 

Bahasa arab itu bahasa sastra. Konon, nafsu manusia itu tercipta dari api (nar). Api yg terkendali, itu bermanfaat. Tapi yg tak bisa dikuasai, ia akan menghancurkan. Sedang lawan dari nafsu, adalah cinta. Dalam bahasa qur'an, cinta yg tak ada putus-putusnya adalah 'rahman', bergandengan dengan 'rahim', penyayang, tanda sayangnya Tuhan pada perempuan. Di dalam rahim, ada janin, masih satu kata dengan 'jin' (makhluk gaib), jannah (surga), atau kediaman yg disembunyikan. Jadi, lawan kata 'nar', api, dalam bahasa arab tidak secara langsung diucap, tapi bertahap. Orang-orang arab pandai mengungkapkan sesuatu tidak secara langsung. Karena itu mereka pintar bersyair. Lawan kata 'nar', adalah jannah, sedang janin (masih satu kata dengan jannah), berasal dari air. Mungkin itu salah satu alasan larangan mendekati zina. Nafsu yg berkedok cinta, merusak fungsi rahim (tanda sayang Tuhan). Anak di dalam rahim itu terputus nasab (garis keturunan) dari ayahnya. 

Merasa tak dibutuhkan, tak dicintai itu mungkin menyakitkan. Tapi lebih sakit lagi jika ternyata cinta yg diberikan pada kita adalah nafsu - membuat kita lebih buruk. Membuat rasa 'utuh', sebagai manusia tiba-tiba hilang. Barangkali itu yg perlu kita waspadai dari nafsu diri, membakar jiwa, membuat raga terasa lemah ketika nafsu melepas topengnya yg berwujud cinta. 

"Semoga tak puas dengan jawabanku," kata Jon. "Selain aku bukan alat pemuas, terkadang kehidupan memberikan jawaban yg tak menyenangkan," 

Balas temannya, "Pahit benar -_-,"

No comments:

Post a Comment