Pintu kedua (poets/esai) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, July 4, 2018

Pintu kedua (poets/esai)

Aku tahu saat itu kau berbohong 
Aku tahu tak selalu mudah memutuskan jalan 
Tapi setidaknya kau akhirnya paham 
Kita tak selalu menang, sayang 

Pahit benar bukan rasa sesal yg tak mau pergi 
Aku tahu kau berpikir telah mengecewakanku 
Seharusnya kau perlakukan aku lebih baik 
Kau seperti mereka yg menilaiku terlalu sempurna 



Datanglah, datanglah, datanglah, 
Mengapa kau kira aku hanya punya satu pintu 
Yg pertama mungkin tlah rusak 
Kau kan tertawa jika tahu siapa yg merusaknya 

Datanglah, datanglah, datanglah, 
Pintu keduaku selalu menunggu 
Perahu di dermaga hati itu 
Barangkali sebentar lagi berlayar, kau tak mau? 

Bukankah aku seorang yg mengganggu hatimu 
Tidakkah kau ingin bertanya, 
Siapa yg akan menemaniku berlayar? 
Kamu 

Aku tak perlu sedang jatuh cinta 
Untuk bercerita tentang rasa 
Hatiku mudah menyelam kemana saja 
Ia seperti udara 

Bukankah kau selalu ingin bertanya, 
Siapa yg kan menemaniku berjalan? 
Datanglah, datanglah, datanglah, 
Dan berjanji kau tak akan berbohong lagi 

Jangan berkata kau akan melepasku 
Jika dalam hatimu aku masih yg pertama 
Bukankah kau ingin di suatu pagi, 
Aku terbangun di sisimu, mendekapmu 

Aku tak peduli ada apakah di hari esok nanti 
Tapi aku peduli 
Di suatu pagi 
Engkau yg membangunkanku menyambut hari 

Bukankah kau selalu ingin bertanya, 
Siapakah ia yg ada di hatiku? 
Aku ingin kaulah yg harus berada di sana 
Siapa saja yg Tuhan tunjukan jalannya

No comments:

Post a Comment