Raudlah al jannah (taman surga) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, July 27, 2018

Raudlah al jannah (taman surga)

9 Juni 2015 pukul 05.37


Hati yg tenggelam dalam cinta, masihkah ia mencintai seseorang yg bukan miliknya lagi? Ini tentang derajat (maqamat) cinta, sayang. Tuhan mengizinkan hamba-Nya mencintai apa yg diinginkan, dalam derajat cinta terbawah. Di atas itu, ada tingkatan lagi. Dan paling atas, adalah taman surga, raudlah al jannah, taman-taman yg tersembunyi._Jon Q_ 






Aku memimpikan adikmu semalam. Ia sedang berada di taman bunga, memetik beberapa dari mereka. Ketika aku akan masuk mendekat menyapanya, ia tersenyum dan berkata, "Kau tak bisa memasuki taman ini dalam kondisi itu. Tak boleh ada noda dalam jiwamu, sekalipun itu setitik debu. Kau harus dibersihkan," 

Dibersihkan? 

Kesombonganku muncul ke permukaan kesadaran. "Apakah kondisi pikiran dan perasaan yg telah ku latih hingga berbeda dengan banyak orang ini masih disebut kotor? Apakah amal perbuatanku tak membersihkan jiwaku? 

Lalu aku terbangun. Aku tersadar, apa makna dari ucapannya. Di sana, taman yg tersembunyi, tak bisa dimasuki oleh jiwa-jiwa yg berpikir dan berperasaan seperti saat mereka masih di dunia. Pikiran dan perasaan itu harus dimatikan, sebagai gantinya Tuhan akan memberikan 'pikiran' dan 'perasaan' yg digunakan disana : raudla al jannah. Kini aku tahu, mengapa surga katanya tak pernah tersentuh pikiran, tak bisa terbayangkan, tak ada kata-kata yg sia-sia di dalamnya, tak ada kesedihan dan rasa takut, la khaufi wa la yahzan, karena mereka yg di sana adalah jiwa-jiwa yg terbersihkan. 

"Kenapa jasad hancur saat mati, Fa?" 
"Karena Tuhan hanya menerima jiwa kita yg tak punya apa-apa," 
"Termasuk amal?" 
"Termasuk amal, pikiran, perasaan, keinginan, semua yg diberikan dunia ini," 
"Lalu apa yg bisa membawa manusia memasuki surga?" 
"Keikhlasan yg membahagiakan seperti ketika kita jatuh cinta, melepaskan apa yg 'hidup' di diri kita, mematikan itu, agar Tuhan menghidupkan kembali dengan sesuatu yg layak kita pakai memasuki raudlah al jannah,"

No comments:

Post a Comment