Reall Love - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, July 27, 2018

Reall Love

1 Juni 2015 pukul 15.32

Jika kau bahagia dengannya, mengapa aku harus cemburu? Jiwa ini tentu terasa sakit, itu tanda aku sangat menginginkanmu. Tapi kebahagiaanmu berada di atas keinginanku, dan aku tak akan mengubah itu. Keindahan dunia ini akan membuatmu lelah, sayang. Fokuslah pada kebahagiaan dirimu. Tuhan tak menciptakan semua manusia dengan rupa indah. Itu tanda, keindahan bukan ukuran seseorang bahagia. Mengejar ia yang indah hanya akan membuatmu lelah. Aku tahu, karena aku pernah mengalaminya._Jon Q_ 
Seperti seorang anak yg berjalan pulang dari sebuah taman bermain. Ia melihat dirinya melangkah sendirian. Tak ia sadari, ia melangkah lebih cepat dari teman-teman di belakangnya. Di tengah teman-teman yg asyik bermain, ia tersadar lebih dulu bahwa ia harus pulang. Bermain memang menyenangkan, tapi tak ada tempat yg begitu nyaman selain rumah. 

Seorang anak itu adalah manusia yg tercerahkan lebih dulu. Ia tahu, ada sesuatu yg lebih tinggi dari apa yg ia nikmati di sana. Ia tahu, tempat bermain itu membuat pikiran terkurung di sana. Seperti dunia. Ia yg cintanya tak terbeli oleh dunia, akan tersampaikan pada cinta yg lebih tinggi. Pada derajat kebahagiaan yg tak tercapai oleh banyak orang. Ia yg hidup dengan cinta yg lebih tinggi, menggenggam konsekuensi teranggap aneh, tak masuk akal, gila. Tak ada satu pun manusia yg tetap memilih dunia, ketika ia telah tertuntun cinta menuju surga. 

"Apa kau cemburu, kau marah, melihatku berduaan dengannya? Aku belum menjadi milikmu!" kata seorang perempuan. 

"Kau benar, sayang," kata kekasihnya. "Selama kau bahagia dengannya, mengapa aku harus cemburu? Aku mencintaimu, mengapa aku harus marah? Cinta ini selalu memaafkan. Hanya saja, suatu saat Tuhan menunjukan bahwa aku lebih baik darinya, kau tak bisa apa-apa lagi. Karena engkau telah memilihnya, dan aku telah bersama ia yg telah Tuhan siapkan untukku,"

1 comment: