Tunggu Aku! - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, July 7, 2018

Tunggu Aku!

18 Juli 2015

Kadzalika yuuhiy ilayka.. Tiap nabi dan rasul mendapatkan wahyu (yuwhiy, yuhyi), setelah mereka 'mematikan dirinya' : nafsu. Mensucikan diri mereka dari sisa-sisa nafsu, dengan sholat. Mereka men-sholati pikiran dan nafsunya, lalu mereka dianugerahi oleh Tuhan 'kehidupan' (hati yg hidup, yuhyi, yuuhiy, wahyu)._Jon Q_ 

"Sorof yg salah kaprah," kata gurunya si Jon saat dia mengungkapkan renungannya tentang wahyu. "Wahyu, dari huruf 'wa', 'ha', 'ya', yg arti sederhananya adalah 'anugerah'," 

Sang guru tak menjelaskan lebih panjang karena Jon bukan jebolan pesantren, akan susah mengerti tentang struktur nahwu sorof. 

"Maka di dunia tasawuf, ada tingkatan yg namanya 'wahyu', 'nubuwah', 'karomah', dan 'ilham," lanjut guru Jon. "Wahyu itu untuk rasul, nubuwah untuk nabi, karomah untuk orang-orang mulia di hadapan Tuhan, dan ilham untuk orang-orang macam kita, pun cuma dapat ketika hati kita sedang suci," Jon mendengarkan dengan takdzim. Ia merasa telah tersesat jauh dengan renungan tanpa petunjuk itu. 

"Ilham itu berarti anugerah, kata terdekatnya, 'hamil', makanya orang yg mengandung itu harus bersyukur karena sedang mendapat anugerah," jelas sang guru lagi. "Aku punya kisah dongen perumpamaan ketika Tuhan jatuh cinta pada ciptaan-Nya sendiri : manusia. Aku tak akan menerangkan tafsirnya, agar kau bisa merenungkannya sendiri. Jangan takut tersesat, datanglah padaku, akan aku temani engkau selalu," 

"Kisah apa itu, Guru?" tanya Jon pelan. 

"Tuhan jatuh cinta pada manusia, tapi ketika Ia mengungkapkan cinta-Nya, Ia tertolak. Kau tahu kenapa?" 

Jon menggeleng, kebingungan. Kok sombong benar manusia menolak cinta Tuhan? 

"Karena ternyata manusia telah jatuh cinta pada dunia. Manusia berkata, 'Maafkan aku, Tuhan. Aku ingin bersenang-senang dengan dunia. Engkau datang terlalu lama, aku tak pernah melihat-Mu.' kata manusia. Tuhan menjawab, 'Mengapa kau mengira tak bisa bahagia di dunia ini dengan menjadi kekasih-Ku? Kau tetap bisa bersenang-senang, bahkan bahagia, dengan kesadaran bahwa itu sementara. Dan kebahagiaan bersama-Ku yg akan kekal. Mengapa kau tak tunggu Aku?" 

Jon pulang dengan tubuh yg lemas. Sepanjang perjalanan pulang ia serasa tertampar dengan kisah itu. Tertidur dengan air mata yg membasahi pipinya. 

No comments:

Post a Comment