Bodyguard manusia - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, August 29, 2018

Bodyguard manusia

Kultum menjelang buka puasa
Rabu, 8 ramadan 1439 H



Sebagai orang beriman, tak bisa kita memastikan bahwa dengan akal saja sudah cukup untuk menjalani hidup. Akal adalah sahabat iman. Akal tanpa iman buta, iman tanpa akal lumpuh, kata Einstein. Bahkan ilmu psikologi pun telah menjelaskan bahwa lebih besar wilayah alam bawah sadar yang bertindak dalam diri manusia. Manusia lebih sering menggunakan alam bawah sadar mereka tanpa mereka sadari. Dan doa pun agaknya lebih cepat terkabul ketika kita berada dalam kondisi 'alfa', pertengahan antara sadar dan tidak sadar. Mungkin itu mengapa doanya orang teraniaya cepat terkabul, karena kondisi jiwanya yang memasuki alam bawah sadar dengan rasa sakit yang ia terima.

Sebagai orang beriman, wajib hukumnya kita yakin bahwa malaikat dan jin juga ada sekalipun mereka tak nampak. Mereka berada dalam satu ruang dengan kita, namun beda wilayah atau dimensi. Dan dengan akal-lah, manusia bisa menjelajah ilmu pengetahuan sampai mendekati batas-batas iman. Bahwa ada hal-hal tertentu, bahkan banyak hal yang sebenarnya berada di wilayah iman. Salah satunya adalah malaikat penjaga yang tercipta dari baik buruk amal kita.

Mereka, para malaikat penjaga berada di depan dan belakang kita setiap saat. Ada empat malaikat di dekat manusia. Malaikat sebelah kanan mencatat buku yang bernama 'illiyin, catatan kebaikan. Malaikat sebelah kiri mencatat buku yang bernama sijjin, catatan keburukan. Malaikat di depan tercipta dari kebaikan kita, dan malaikat di belakang menampung amal buruk yang telah kita lakukan. Pertanyaannya, jika kita punya bodyguard bernama malaikat, mengapa kita tetap mendapat sial, atau musibah?

Malaikat akan cenderung menjaga kita jika kita cenderung dalam kebenaran : hanif. Shirothol mustaqima, jalan yang lurus, terus menerus/istiqomah dalam kebaikan. Jika kita pernah merasa beruntung di jalan, tak jadi tabrakan, tak jadi kejatuhan genteng - misalnya, selamat dari gangguan orang jahat, bahkan anjing tak mau menggonggong pada kita tak seperti pada orang lain, mungkin itu penjagaan dari malaikat atas izin-Nya. Karena, setidaknya manusia mendapat musibah sebab dua hal. Pertama, menghancurkan dosa-dosa yang lalu. Kedua, menaikan derajat. Ini insya allah akan dibahas pada kultum selanjutnya.

Ar-Ra'd : 11

لَهُۥ مُعَقِّبٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ ....

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

Selamat menunggu maghrib dan berbuka puasa. Dzahaba dzoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru, insya allah.

#share☕☕☕😊

No comments:

Post a Comment