Kisah Musa Alaihis Salam (1) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, August 14, 2018

Kisah Musa Alaihis Salam (1)

Kultum menjelang buka puasa
Minggu, 18 ramadan 1439 H



Kata 'nabi' berasal dari kata 'naba-a' (di qur'an ada surah an naba) kabar/berita, yang mengabarkan, yang memberikan kabar 'langit', tentang aturan-aturan bagaimana manusia hidup. Mengapa dari langit? Apakah manusia tak bisa mengurusi dirinya sendiri? Jawabannya, tentu iya. Hukum atau sistem yang dibuat manusia sesuai karakter, bahwa manusia ini cenderung menyimpang, mudah disesatkan, mudah diapusi. Berbeda dengan kata 'rasul', dari kata 'risalah', seseorang yang mendapatkan risalah/sepaket hukum plus penyederhanaan dari Tuhan agar risalah itu sesuai dengan bahasa kaum rasul yang diutus itu. Nabi, tak selalu mampu menyederhanakan bahasa langit yang didapatnya, sedangkan rasul selalu mampu. Bi idznillah, dengan izin Allah.

Musa Alaihis Salam adalah seorang nabi dan rasul. Berawal dari mimpi Fir'aun tentang seorang yang akan menjatuhkannya dari kekuasaan mutlak sebagai seorang fasis (penguasa mutlak satu-satunya). Maka diperintahkan kepada seluruh jajaran penguasa wilayah dan staf kerajaan agar membunuh setiap anak lelaki yang baru dilahirkan. Setiap bayi digorok, dikubur hidup-hidup. Entah bagaimana kepedihan seorang ibu yang melihat peristiwa seperti itu. Na'udzubillah.

Lalu turunlah Jibril pada ibu Musa, salah satu wanita dari beberapa wanita yang pernah didatangi malaikat Jibril : Siti Maryam ibunda Isa atau Yesus, dan Asiyah istri Fir'aun yang menjaga kehormatan dan imannya. Istri Fir'aun menjaga kehormatannya? Apa maksudnya? Ada tafsir yang mengatakan bahwa Fir'aun jaman Musa ini impoten. Asiyah selamat dari kekuasaan Fir'aun, bahkan menyelamatkan Musa yang dihanyutkan ke sungai atas perintah Tuhan lewat Jibril.

Saat Musa bayi, ia menjadi anak yang nakal pada Fir'aun. Pernah suatu kali ia menarik-narik janggut Fir'aun hingga rontok. Dan mungkin itu mengapa Fir'aun tega memasukan makanan yang sangat panas ke mulut Musa, sampai lidahnya tak bisa bicara sempurna. Ini alasan mengapa ketika Musa diutus, ia meminta bantuan Harun yang fasih bicaranya untuk melawan retorika Fir'aun dan penasehat kerajaannya. Wahlul uqdatam min lisani.

Fir'aun meremehkan Musa, karena selama muda ia dididik di kerajaannya. Makan minum dan terfasilitasi kemewahan istana. Hingga Musa melarikan diri karena membunuh prajurit Fir'aun hanya dengan satu pukulan kecil. Musa ini kekuatan tubuhnya dahsyat. Ia pernah memukul seekor sapi sampai membentur dinding bukit dan meninggalkan bekas sapi di dinding bukit tersebut.

Mana mungkin orang yang dibesarkan oleh seseorang tapi justru melawan seseorang tersebut? Ada nasehat, orang yang terlalu banyak meminta tak akan mampu menggunakan tangannya untuk memukul (Sayyid Qutb). Bagaimana Musa bisa?

Tapi demikianlah jalan hidup Musa saat awal dewasa. Ia melarikan diri, belajar pada Khidir, menikah, mendapat wahyu di bukit tursina, lalu memenuhi takdirnya melawan orangtua angkatnya. Memang demikianlah jalan hidup para kekasih-Nya. Melawan, menentang, apa yang sebenarnya sangat berat dilakukan, yang sangat tak diinginkannya. Dan balasan untuk perjuangan dalam kebenaran adalah 'salam', alaihis salam, kepadanya keselamatan, surga.

Ash-Syu'ara ayat 18

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ

Fir´aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.

Al-Jasiya ayat 18

ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.

Selamat menunggu maghrib dan berbuka puasa. Dzahaba dzoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru, insya allah.

#share☕☕☕😊

www.kopiserialjon.xyz

No comments:

Post a Comment