Random - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, August 8, 2018

Random


Aku punya sebuah 'kotak'. Aku sebut kotak pengetahuan. Meski tak semenarik kotak dunia, kotak ini akan menyelamatkanmu. Siapa yg mau?_Jon Q_ 


"Kenapa setelah subuh nggak boleh tidur, pa?" tanya siswa. 
"Ini berkaitan dengan spektrum cahaya," 
"Oh, yg lapisan cahaya itu ya?" kata siswa Jon lagi. "Memangnya kenapa dengan spektrum cahaya itu, pa?" 
"Yaa.. Warna cahaya yg masuk ke bumi di saat-saat subuh, itu spektrum cahaya yg menyehatkan, menjernihkan pikiran, menyegarkan organ badan." 
"Apakah cuma itu keutamaan subuh, pa?" 
"Enggak lah.. Cuma baru itu yg bisa diteliti manusia," 
"Diteliti gimana, pa?" 
"Jadi.. Ada hal-hal yg bisa diteliti, dan ada hal-hal yg harus diyakini karena tak bisa diteliti," kata Jon. "Seperti tadi, kenapa rasul menganjurkan nggak boleh tidur setelah subuh, itu bisa diteliti. Tapi, tentang ucapan rasul, 'Malaikat berganti jaga di bumi di waktu subuh, betapa baiknya ketika pergantian itu kita sedang mendirikan sholat' bukan sedang tidur (redaksi aslinya bukan seperti itu), hadis ini nggak bisa kita teliti. Mengapa? Masa' malaikat mau diteliti? Hehe," 
"Oh, jadi pas subuh itu kita dicatat oleh malaikat baru, ya? Berarti malu-maluin ya, pa, kalo kita dicatat pas lagi tidur?" 
"Iya - hehe," 
"Waduh," 
*** 
"Coba kamu lihat sms ini," kata kakak Jon. "Jika kepala sekolah mau memindahkan kakak, kenapa tak bicara langsung? Kenapa mengatasnamakan kepala sekolah lain?" 
"Ada ayat qur'an yg mengajarkan kita untuk kroscek sebuah kabar," kata Jon. "Qur'an memang menjelaskan hal kecil dan besar. Ayat itu turun saat Aisyah difitnah selingkuh. Tapi ayat ini universal, menyuruh kita tak mudah percaya, sebelum mengeceknya langsung. Kakak udah cek ke kepala sekolah yg diatasnamakan itu?" 
"Belum. Nanti lewat sms atau telepon ya?" 
"Lebih baik lagi silaturahim ke rumahnya. Teknologi sebaiknya bukan menjadi alasan kita bersilaturahim, kan?" 
*** 
"Aku selalu belajar, ketika suatu persoalan datang, seperti seekor burung yg memandang dari atas awan," kata Jon pada kakaknya yg PNS. "Dunia ini berpikir cerdas. Kita berjuang untuk sejahtera, melimpah, tapi dituntut untuk tak terikat padanya. Alih-alih kita memiliki dunia, kita-lah yg dimiliki dunia," 
"Makanya, kita segera buat silaturahim ilmu. Anak-anak dan menantu ibu. Nanti kamu yg membimbing," kata kakak Jon. 
Jon tersenyum. "Mungkin benar, jika kita tak bisa menang dari dalam diri kita - dari rasa takut, kita tak akan bisa menang melawan sesuatu di luar diri kita. Tapi, mbak, barangkali aku terlihat bijak karena aku belum mengalami usia seperti kakak-kakakku. Dalam bahasa sederhana, aku hanya bisa bicara saja," 
*** 
"Bagaimana bisa seseorang menikmati penderitaan seperti ketika ia menikmati rasa senang?" kata seorang teman Jon. 
"Aku tak tahu. Jika itu pengetahuan ilahi, tentang keikhlasan, bagaimana bisa aku mengetahui sesuatu yg tak harus aku ketahui - karena itu milik Tuhan," 
"Tapi kau bilang, tingkat keimanan tertinggi adalah ketika seseorang merasa sama saat gembira atau pun menderita?" 
"Itu bukan pengetahuan, itu perasaan (kondisi) jiwa. Akan sulit orang lain memahaminya tanpa pernah merasakannya,"

No comments:

Post a Comment