Sedang meng(g)enang - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, August 7, 2018

Sedang meng(g)enang

9 Juni 2015

Mengapa tak kita nikmati saja kemana arus ini mengalir? Terkadang kencang, hingga waktu tak terasa bahwa ia menyapa kita membawa menuju senja. Terkadang lamban, menggenang, ketika kita bingung dan tak tahu apa yg harus dilakukan. Selama kita menjaga diri, apa yg kita takutkan?_Jon Q_ 

Seseorang bermimpi menjadi ikan. Ia berenang riang, terkadang membiarkan dirinya hanyut terbawa aliran. Membentur sampah, tenggelam dalam lumpur, mengikuti arus, tapi ia tak pernah mau diam. Karena, menikmati air yg mengalir tak berarti diam. 

Tiba-tiba ia terbangun. Ia tersadar, telah bermimpi menjadi ikan. Atau, ikankah yg kini sedang bermimpi menjadi dirinya : manusia? Dimanakah kesadaran yg sesungguhnya? Mengapa hidup terkadang terasa membosankan? Apakah disana pentingnya memiliki pikiran, untuk mempertanyakan mengapa hidup ini terkadang membosankan? Dimana kesadaran berada ketika rasa jenuh datang? 

Seseorang bertanya,"Jika dunia ini untuk jasad manusia, mengapa ketika ia pergi jiwa merasa sedih? Bukankah bukan kadarnya, dunia untuk jiwa kita? Tapi, mengapa jiwa merasa senang dan sedih dengan keberadaan dunia?" 

Ada penggoda, yg dinamakan pikiran. Ia melempar-lempar jiwa keluar dari kesadaran dengan mengendarai keinginan. Melempar-lempar jiwa, dari pikiran ke perasaan, dan sebaliknya terus menerus hingga ia melihat kembali jalan pulang menuju kesadaran. Mengapa jiwa merasa senang dan sedih dengan dunia, sedang dunia diciptakan untuk raga?

"Apakah aku manusia yg bermimpi menjadi ikan, ataukah aku adalah ikan yg sedang bermimpi menjadi manusia?" tanya pemimpi itu. "Apa yg membuktikan saat ini bukanlah mimpi, seperti ketika aku yakin di mimpi itu aku adalah seekor ikan?" 

Ia yg telah menemukan kembali jalan pulang menuju kesadaran, mengerti di mana kehidupan yg sebenarnya.

No comments:

Post a Comment