Titik (bayangan) kejenuhan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, August 13, 2018

Titik (bayangan) kejenuhan

Hari-hari ini adalah hari terberat si Jon. Dia merasa percuma, nyaris putus asa. Entah butuh berapa jam kerja di tiap hari agar hanya untuk kebutuhan bayi dan istrinya saja tercukupi. Ia pulang sore, malam pun berangkat lagi. Tubuhnya yang ringkih mencoba terus berlari, terus mendaki, menuju sesuatu yg ia sendiri tak bisa memastikannya. Apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan dengan dilema ini padanya.

Aku berada di titik jenuh
Tak tahu lagi mana jalan yg harus ku tempuh
Engkau disana memanggil butuh
Sedang aku disini seakan semangatku terbunuh

Jalan mana lagi yang harus ku ambil, cinta
Aku tak tahu Dia yang menggenggam rezeki
Berencana apa
Tapi yang pasti
Untuk sekedar melegakanmu saja aku tak bisa

Merasa gagal aku menjadi tiga citra
Sebagai seorang suami, ayah dan juga pria
Seakan seperti seorang yg sangat lemah
Yang bahkan berdoa pun tak layak di hadapan-Nya

Apa yang harus aku lakukan lagi
Tuhan mengujiku agar tak bermain curang dengan aturan-Nya
Tapi di sisi lain Dia memaksaku untuk memenuhi kebutuhanmu
Yang Dia tahu aku tak mampu membayar itu dengan segera

Apa yang sebenarnya Dia inginkan dariku
Kemana lagi aku harus melangkah
Seakan hari-hari ini bayangan kalian terlihat jelas di sana
Kau tahu Tuhan sedang berniat apa padaku?

Bisa jadi, bertahannya kita dalam ketersiksaan adalah karena ada pelajaran besar yg Tuhan ingin berikan dan kita kesulitan untuk melihat itu. Bisa jadi, bertahannya kita dalam rasa sakit yang berlarut-larut adalah karena kita memang sedang Tuhan siapkan untuk masa depan yang lebih besar. Atau, jika pun di waktu nanti kita tak menjadi apa-apa, setidaknya kita menjadi jauh lebih tangguh, lebih kuat, dari diri kita sebelum ini.

No comments:

Post a Comment