Yang menipu akan tertipu - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, August 31, 2018

Yang menipu akan tertipu

Kultum menjelang buka puasa
Jumat, 10 ramadan 1439 H



Beda antara senjata dengan hati kita adalah, ketika ia (hati) melukai seseorang kita akan terluka lebih dulu. Luka apanya? Jiwa. Hanya saja, kesakitan jiwa memang lebih sulit didiagnosa, terlebih lagi diobati. Mungkin itu mengapa dokter dihargai lebih besar daripada guru yang tiap hari menumbuhkan dan mengobati jiwa para siswanya. Jiwa manusia tak begitu 'berharga'.

Ketika kita berbohong, alih-alih kita berhasil, kita telah melukai diri kita sendiri. Efek dari kebohongan yang kita buat menjadikan kita lebih keras, temperamental, tertutup, sensitif dan sebagainya. Walaupun tentu saja tidak semua orang sensitif disebabkan terlalu sering berbohong. Itu baru satu sifat negatif, belum yang lainnya. Bersyukurlah Allah memberi kemudahan pada kita dengan mengajarkan istighfar. Jejak kecil di jiwa agar dilanjutkan dengan taubat atau perubahan diri yang sungguh-sungguh.

Tapi memang menjadi jujur sepenuhnya adalah hal gila, khususnya di jaman ini. Kita sulit percaya ada orang yang benar-benar jujur dan tulus. Ada orang-orang yang sekuat tenaga menjaga diri, sekalipun lingkungan memaksa sebaliknya. Ada nasihat : manusia belajar berbicara hanya butuh waktu dua tahun, tapi belajar menjaga mulut manusia butuh waktu seumur hidup. Logis. Karena sebelum kita berbohong pada orang lain, kita lebih sering berbohong pada diri kita sendiri. Mengatakan 'iya', padahal hati kita berkata 'tidak', dan sebaliknya.

Biarkan orang yang sungguh-sungguh ingin menipu kita merasa dirinya berhasil. Jangan buka kebohongan mereka, karena itu akan menyakiti diri mereka. Tunjukan kalau cinta kita adalah cinta nubuwah. Cinta yang diajarkan sang Nabi Muhammad shollu alaih. Innahum yakiduna kayda, wa akidu kayda. Mereka membuat rencana jahat dengan sungguh-sungguh, dan Aku pun membuat rencana balasan untuk mereka. Aladzina amanu wa amilush sholihati fa la khoufun alaihim wa lahum yahzanun. Orang-orang yg beriman dan berbuat baik, (seharusnya) tidak ada rasa takut dan kesedihan di hatinya lagi.

Al-Muthaffifiin : 10

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

Ar-Ra'd : 10

سَوَآءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهِۦ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۢ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِالنَّهَارِ

Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.

Selamat menunggu maghrib dan berbuka puasa. Dzahaba dzoma-u wabtalatik uruqu wa tsabatal ajru, insya allah.

#share☕☕☕😊

No comments:

Post a Comment