Duduk di sisi-Nya - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, September 12, 2018

Duduk di sisi-Nya

Kultum menjelang buka puasa
Rabu, 14 ramadan 1439 H



Ada nasehat, wanita diciptakan Tuhan sebagai perhiasan dunia. Dan perhiasan dunia paling mahal adalah wanita shalihah. Maka bersyukurlah orangtua yang hanya memiliki anak perempuan, karena mereka 'gudangnya' perhiasan dunia. Akan sangat disayangkan, jika perhiasan itu salah terima, atau dicuri tanpa kita ketahui siapa orangnya. Logikanya agak terbalik dengan keumuman bahwa memiliki anak laki-laki itu lebih membanggakan. Tapi, apa bedanya? Innama amwalukum (wa azwajukum) wa awladukum fitnah, sesengguhnya harta (istri) dan anak-anakmu itu akan menjadi ujian bagimu di dunia ini.

Sang Nabi tak takut umatnya ini akan tersiksa dalam kemiskinan, justru sebaliknya, beliau takut suatu saat umatnya akan saling berebut dunia - hubbuddunya, cinta pada dunia dan takut mati. Banyak orang bertanya mengapa jika dunia ini mampu menyesatkan manusia, Tuhan justru menghiasi dunia ini dengan begitu banyak keindahan, dan nafsu diri? Karena memang demikianlah jalannya, manusia diuji, mana yang akan dipilihnya, jalan keburukan atau kebaikan, dan mereka yang sabar tetap tegar dalam kebaikanlah yang layak diberi imbalan surga.

Sang nabi tak takut umatnya sengsara karena miskin, karena yang dimaksud miskin dalam ucapannya 'kadaal fakru ayyakuna kufron', bukanlah kemiskinan harta, melainkan ilmu dan iman. Kefakiran menjerumuskan seseorang ke dalam kekafiran. Betul, tapi lebih pada kemiskinan ilmu dan iman. Rasulullah paham, umatnya cukup tangguh untuk tetap menjaga imannya dalam kemiskinan seperti apapun. Rasulullah yakin umatnya akan mampu mendaki dari kemiskinan menuju kecukupan. Sedang sebenarnya, di luar segala hal yang manusia anggap sebagai kenikmatan di dunia ini, tak ada apa-apanya daripada ketika kita telah mampu untuk berada di sisi-Nya, duduk di sisi-Nya.

Ketika kita telah mampu untuk itu (duduk di sisi-Nya), tangan-Nya akan menjadi tangan kita, mata-Nya, kemarahan-Nya, akan menjadi diri kita. Sedang di dalam jiwa, la khowfun alayhim walahum yahzanun. Tidak ada rasa takut dan kesedihan lagi di dalam hatinya. Kacaunya dunia ini, tak membuatnya sedikitpun merasa khawatir. Dan kita akan tahu, bahwa itu adalah imbalan dari apa yang telah kita lakukan selama ini di dunia.

Al-'Imran ayat 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنٰطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعٰمِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتٰعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُۥ حُسْنُ الْمَئَابِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

At-Takwir ayat 14

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Selamat menunggu maghrib dan berbuka puasa. Dzahaba dzoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru, insya allah.

#share☕☕☕😊

www.kopiserialjon.xyz

No comments:

Post a Comment