Layl Al Qadr (3) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, September 17, 2018

Layl Al Qadr (3)

Kultum menjelang buka puasa
Selasa, 27 ramadan 1439 H



Dzikir arti mudahnya, mengingat. Doa, berarti menyapa. Sholat, adalah doa yang dua arah, kita berbincang dengan-Nya, seperti hadits ketika kita sedang membaca alfatihah. Dan 'menyatu' dengan-Nya yaitu dengan cara bersholawat. Mengapa? Karena 'innallaha wa malaikat', Allah dan malaikat bersholawat pada nabi muhammad, ketika orang beriman bersholawat pada rasulullah, mereka berada dalam 'satu jiwa' bersama Allah dan malaikat. Dan perasaan kebersatuan itu akan dirasakan sangat nikmat (katanya) saat laylatul qadr.

Tanpa menunggu ramadhan pun, ada hadits qudsi, bahwa Allah 'turun' ke bumi di sepertiga malam terakhir. Ia membawa dua 'keranjang', yang pertama adalah rejeki (dan selalu habis), kedua adalah ampunan (yang selalu tersisa ketika kembali ke 'langit' lagi).

'Cicilan' surga selanjutnya yang Allah berikan di malam al qadr adalah tersingkapnya hijab 'rahasia' ilmu-ilmu Allah. Hal-hal gaib adalah antonim dari hal-hal yang kita ketahui. Gaib, berarti tidak kita ketahui. Bukan hanya tentang makhluk gaib : jin dan malaikat, tetapi semua hal yang kita tak tahu, disebut hal gaib untuk kita. Masa depan, jodoh, rejeki, sampai persoalan berapa duit yang ada di dompet suami, atau nomor telepon siapa saja yang dihubungi suami hari ini, selama kita tak tahu itu, disebut gaib.

Di malam al qadr, bagi ia yang mendapatkannya, akan diangkat derajat seseorang itu sampai ke martabat (kehormatan) yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Yujzawna ghurfah (al Furqon : 75), dibalas dengan ditempatkannya di 'ghurfah', ruang, 'wilayah' kedamaian jiwa, sampai dibukakan beberapa pertanyaan-pertanyaan tentang 'rahasia' semesta. Gaib untuk seseorang tak lagi gaib untuknya, rahasia untuk seseorang tak lagi rahasia untuknya. Mereka tak punya pengetahuan gaib, tapi mereka disingkapkan hijabnya, diperlihatkan rahasia dan hal-hal gaib itu, tentu saja tak semuanya. 'Tak punya' pengetahuan gaib, karena, pertama, mana bisa yang gaib disebut sebagai pengetahuan? Sedangkan pengetahuan didefinisikan sebagai apa yang kita tahu. Kedua, mereka tak punya (tak memiliki) pengetahuan gaib (rahasia-rahasia semesta), tapi oleh Allah diperlihatkan itu. Tidak tahu, tapi diperlihatkan.

Pertanyaan-pertanyaan :
Untuk apa manusia diciptakan di dunia?

Terjawab diawali surat ada dzariyat : 56 dan al Mulk ayat dua, lalu ada yang 'menuntun' entah siapa, menuju pemahaman yang lebih dalam.

Mengapa manusia merasa sendirian ketika sedang merasa gagal?
Terjawab dengan diawali surat ar ra'dlu : 11, lalu dituntun pelan-pelan menyelaminya lebih dalam.

Apakah manusia tidak diberi kemudahan dalam hidupnya?
Terjawab diawali surah abasa :25-32, lalu dituntun pelan-pelan menyelaminya lebih dalam.

Bersambung...

Al-Furqan ayat 75

أُولٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلٰمًا

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗَﺎﻝَ : ﻳَﻨْﺰِﻝُ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻛُﻞَّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺒْﻘَﻰ ﺛُﻠُﺚُ ﺍﻷَﺧِﻴْﺮِ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﻣَﻦْ ﻳَﺪْﻋُﻮْﻧِﻲْ ﻓَﺄَﺳْﺘَﺠِﻴْﺐَ ﻟَﻪُ , ﻣَﻦْ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻨِﻲْ ﻓَﺄُﻋْﻄِﻴَﻪُ , ﻣَﻦْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻧِﻲْ ﻓَﺄَﻏْﻔِﺮَ ﻟَﻪُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir, (kemudian) Dia berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan A

No comments:

Post a Comment