Aku beli engkau! - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, October 2, 2018

Aku beli engkau!

Berputar... Berputar... Berputar... Manusia dalam keinginannya. Pagi ia senang, malam merasa duka. Terpenjara sekat yg terulang, selama ia tak rela menjadi jiwa yg terbebas dari hasrat._Jon Q_

Di hadapan banyak orang, ia terus menunjukan sisi gelapnya : konyol, tak serius, miskin. Terkadang, mentari harus bersembunyi di balik awan agar meneduhkan. Bagi orang-orang yg senang dalam kegelapan, cahaya matahari adalah suatu keburukan. Ia tak peduli dengan anggapan orang. Pujian dan hinaan bernilai sama di telinganya. Orang akan membenci atau meninggalkannya, ia biasa saja. Cinta dalam hatinya telah meracuni seluruh syaraf tubuh dan pikirannya, agar ia selalu berbuat baik. Terkadang, ia harus pura-pura sedih ketika seseorang yg mencintainya pergi meninggalkannya bersama orang lain. Dunia ini membuat manusia sakit jiwa. Mereka ingin orang-orang memujanya, dan ketika ia pergi, semua orang meratapi. Mengapa harus bersedih? Bukankah memang demikian kehidupan ini, mudah datang dan hilang? Baginya, dunia tak akan pernah mampu membiayai perjalanan hidup setelah ini. Dan manusia akan telat tersadar, ketika maut datang ia masih berulang sedih dan senang. Ketika maut datang, ia masih tenggelam dalam gelap keinginan. Ia yg telah mengembalikan dirinya pada Tuhan, adalah ia yg kan mendapatkan kedamaian yg kekal. Siapa yg akan membelimu, dunia yg kan kian hancur, atau Tuhan?

"Aku akan membelimu, Jon!" kata Tuhan pada Jon yg tersesat.

"Wahai Tuhanku, dengan apa Engkau akan membeliku?" tanya Jon.

"Dengan apa yg dunia tak mampu berikan untukmu,"

"Maafkan aku, Tuhan. Aku tak bisa," ucap Jon.

"Kau telah terbeli oleh dunia?! Siapa manusia yg telah membelimu? Akan Aku beli engkau darinya!"

"Bukan, wahai Tuhanku," kata Jon, rendah. "Bagaimana Engkau akan membeliku, sedang aku sepenuhnya milik-Mu?"

No comments:

Post a Comment