Aku ngalah aja ya? - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, October 12, 2018

Aku ngalah aja ya?

Bukan apa kata manusia yg ku ikuti, tetapi pandangan Allah Tuhanku yg ku takuti. Ketidakadilan yg ditimpakan oleh manusia, bukan alasan bagiku untuk membalasnya. Asalkan karena itu Tuhan menjadi sayang padaku. 
(lirik lagu 'sayang padaku', Novia Kolopaking) 


Sebagai seorang kekasih, Jon itu tipe pria yg sering membuat wanitanya menangis dalam kerinduan. Bukan karena ia tak senang berjumpa dengan kekasihnya, dulu, saat masih muda. Tapi ia seorang yg memegang teguh prinsip : Tak pantas bagi seorang pejuang memilih kekasihnya, ketika banyak orang membutuhkannya. Jangan dikira ia tak merasa sakit, ketika tak sanggup menegakan semangatnya sejenak saja melihat senyum wanita tercinta. Tapi, rasa sakit itu nampaknya tak lebih perih ketimbang memilih diam di saat banyak orang merintih membutuhkan pertolongan. Mereka yg tak mengenal lama temanku itu, Jon Quixote, akan mengira ia tak lalu atau high profil dalam memilih kekasih. Di balik tingkahnya yg tak masuk akal, ada rahasia besar yg belum tentu orang lain sanggup mendengar. 

"Aku ngalah saja, ya?" katanya suatu saat pada kekasihnya. Tentang beratnya beban hidup, tentang kisah yg seakan tak berpintu terbuka. Kekasihnya tak mengerti, dalam ucapan lelaki di sampingnya itu, ada makna besar. 'Ngalah', bukan berasal dari kata kalah. Dalam kamus jawa kuno, tak ada kosakata 'kalah' dan 'takut'. Kata 'kalah' dari bahasa melayu, sedang 'ngalah' dibuat oleh wali sembilan sebagai singkatan 'nga-allah'. 'Ngetan' berarti menuju wetan (timur), 'ngidul' berarti menuju kidul (selatan). 'Ngalah' berarti menuju Allah, lidah jawa menyebut Allah dengan sebutan 'Alah'. Atau disebut sebagai 'al awwabin', orang-orang yg kembali, dan menyerahkan segala urusan pada Tuhan. Mungkin itu yg menjadikannya susah dipahami orang-orang di dekatnya.

No comments:

Post a Comment