Baca, - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, October 27, 2018

Baca,

10 Mei 2015 pukul 06.05


Seperti ketika jiwa sang rasul terpeluk jibril, keputusasaan yg sangat dalam membuatnya lupa. Tentang dirinya yg telah benar membaca, dan keyakinan terdalam hatinya bahwa ada yg menguasai semua ini : Tuhan yg esa._Jon Q_ 


Guru kelas 4 bercerita pada Jon, kepala suku sekolahnya. Anak yg menjuarai satu lomba sains itu hidupnya prihatin. Bapaknya buruh bangunan, ibunya jualan jajan kecil-kecilan. Sempat untuk melunasi biaya seragam yg cukup banyak, ia berjualan buku binder pada teman-temannya. Tapi tetap saja, itu jauh dari jumlah biaya yg sebenarnya. Anaknya pintar di atas rata-rata siswa. Tiap di antar si Jon pulang ke rumahnya, seringkali dia bertanya banyak hal. Siswa si Jon mungkin tahu, kepala sukunya seperti buku RPUL (rangkuman pengetahuan umum) berjalan. 


Jon tipe orang yg mudah menangis saat merenungkan kondisi orang-orang di dekatnya itu. Tangisannya bukan untuk dirinya, tapi untuk orang-orang yg oleh Tuhan diminta menjaganya.

Malah harinya, ayah anak itu datang ke rumah Jon. Mengungkapkan rasa bangganya, bertanya apa yg bisa ia bantu agar anaknya bisa menang di tingkat provinsi. Ia juga bercerita lucu, tentang sepatu anaknya yg terbelah dua, dan tak mampu segera membelikannya. 

"Saya usahakan sampai hutang, pak, biar anak saya ikut lomba pakai sepatu baru," ceritanya. 

"Allahu akbar," ucap Jon lirih. Tak ada yg mengabari padanya tentang sepatu rusak itu. Di sekolah Jon ada dana khusus untuk anak-anak kurang mampu yg ingin mengganti perlengkapan siswa yg tak layak pakai lagi. "Ya sudah, sebagai ganti sepatu, biaya seragam saya anggap lunas. Nanti sampaikan ke putra bapak, ya, saya akan mengajaknya ke gramedia, buat beli buku apa saja yg dia ingin," 

"Oh iya pak. Saya juga minta tolong biar dia suka baca," pintanya. 

"Dia suka bacaan apa?" tanya Jon. 

"Emm.. Yg detektiv-detektiv gitu, pak, yg pecahin kasus," 

Si Jon tertawa kecil. Bukan meremehkan, tapi ia juga menjadi seperti saat ini berawal dari membaca buku-buku misteri : detektiv, polisi, agen rahasia, dll. 

"Ya, nanti saya usahakan," 

Dari luar, Jon terlihat seperti anak muda yg tak punya gairah hidup lagi. Mungkin itu yg sebagian orang benci padanya. Tak mungkin ada orang muda seperti itu di kampung-kampung pedesaan. Tak mungkin ada anak muda bijak yg mau tinggal di desa, kecuali seorang penipu. 

Ia belajar dari kisah nabi. Mereka adalah orang-orang yg gemar membaca, tapi tak terpengaruh tulisan. Karena dalam kata-kata, kebenaran telah hilang setengahnya. Seperti ketika rasul menyepi di gua hira. Berdialog dengan jiwanya sendiri apakah yg ia 'baca' (renungkan) hanyalah sebuah kegilaan. Dan pertanyaan paling menyiksa : tentang Tuhan. 

"Iqra bismi robbikaladzi kholaq," 

Apa yg kau baca telah benar, wahai sang terpilih. Ingatlah Ia dalam tiap 'bacaanmu' (renunganmu). 

"Iqra wa rabbukal akrom," 

Bahwa hanya Ia yg Esa, yg mulia, yg pantas manusia dan seluruh semesta sembah. Bacaanmu telah sampai pada kebenaran, tentang Tuhan yg selama ini engkau pertanyakan. Baca dan ingatlah Ia dalam pertanyaanmu. Dalam ketenangan jiwa, Ia akan menjawabnya dengan jelas.

No comments:

Post a Comment