Cinta lingkaran setan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, October 9, 2018

Cinta lingkaran setan

Jangan terlalu cinta, dan jangan juga terlalu benci. Hati manusia mudah berganti posisi. Terkadang di kepala, satu saat di dada. Saat di kepala, kita membencinya dengan logika, dan saat di dada, kita mencintainya dengan rasa. Sesuatu yg berlebihan cenderung tak baik jadinya._Jon Q_ 



 Selepas ashar, Jon mengajakku jalan-jalan ke tanggul sungai. Suasana yg tenang membuatnya damai dalam perenungan. Sinar matahari yg terhalang pepohonan, membuat rumput di tanggul itu cukup sejuk untuk tiduran. Kami tiduran menghadap langit, berbantalkan tangan.

"Rokok, Jon?" aku menawarinya. 

"Gak, makasih," jawabnya tenang. Matanya masih memandangi birunya langit. 

"Ajib, sejak kapan kau jadi pom bensin (berhenti merokok)?" aku terkaget. 

"Tadi malam," jawabnya pendek lagi. Hemat benar ini orang bicara? Pantas, tadi malam dia tak merokok. Ternyata sudah berhenti toh. 

"Biasanya, kalau ada laki-laki berandalan berhenti ngisep itu gara-gara perempuan," aku menggodanya. 
Ia hanya menghela nafas panjang. 

"Mungkin tiap orang pernah mengalaminya," ucap Jon tiba-tiba. 

"Eh?" aku tak begitu mendengarnya. 

"Kau suka seseorang, tapi dia tak menyukaimu. Kau disukai seseorang, tapi kau tak menyukainya," ucap Jon lagi. 

"Oh, haha. Cinta lingkaran setan, ya?" aku tertawa. "Kau? Mengalaminya juga, Jon?" aku tak menyangka. 

"Keinginan diri seperti perahu," Jon mulai bersyair. "Jika tak diikat, ia akan terombang-ambing ombak hingga tenggelam," 

Berat! Tak paham aku apa maksudnya. 

"Tapi, yg seperti itu bukannya cuma dirasakan anak-anak labil, Jon?" tanyaku menanggapi. "Lagipula, kondisi hatimu kini begitu mudah jatuh cinta, dan mudah juga untuk melepaskan, bukan?" 

Ia diam. Matanya terpejam. Aku pandangi wajahnya yg campuran jawa-arab, tubuhnya yg kerempeng, tak percaya ia terjatuh lagi pada perasaan masa kelam. 

"Semua orang juga bisa," katanya dengan mata masih terpejam. "Menjadikan hatinya mudah jatuh cinta, dan mudah pula melepaskannya," 

"Caranya?" aku kepo. 

"Saat ungkapan cinta kita tertolak darinya, berjalanlah dengan tetap membawa hatimu di dalam dada. Kita sulit melupakannya, karena kita berjalan menuju orang lain dengan hati yg masih tertinggal di belakang sana,"

No comments:

Post a Comment