Fight on! - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, October 14, 2018

Fight on!

Aku datang bukan untuk menyebarkan kebencian. Aku tak pernah senang dengan permusuhan. Tapi jika keadaan mengharuskanku untuk melawan, maka aku tak akan gentar. Hanya ada dua pilihan : Hidup mulia atau mati dalam perjuangan melawan penindasan._Jon Q_

"Aku 'menghitung' kemungkinannya," curhat Jon tentang perjuangan besar yg tengah ia jalani. "Hitungan itu lebih condong pada kemenangan. Tapi, aku tak bisa membuktikan bahwa kami inilah yg benar. Aku tak bisa membuktikan, bahwa jalan inilah yg benar," 

"Kau ingin bukti apa dari Tuhan, eh?" aku merasa aneh. "Kau ingin wahyu turun padamu, menjelaskan bahwa jalan yg kau pilih itu memang benar? Cukup deh, Jon, jangan sok suci," 

"Aku menghitung kemungkinan jika kami hancur. Tapi, ah, kesalahan besar apa yg pernah aku lakukan jika itu sampai terjadi?" 

"Mengapa kau tak yakin pada dirimu sendiri?" tanyaku. 

"Bukan aku tak yakin. Ini bagiku belum masuk akal," jawab Jon. 

"Dunia ini tak harus logis, kan? Seringkali kita bertanggung jawab atas apa yg tak kita lakukan. Bukankah darisana kekuatan jiwa kita tumbuh?" aku mencoba menanggapi. 

"Entahlah. Aku sedang dalam kebimbangan besar. Kami sholat, mereka pun sholat. Kami menyembah Tuhan yg sama. Mereka meneror, kami tak membalas. Aku punya massa, tapi tak merasa memilikinya. Tak mungkin aku mengajak mereka untuk keburukan : permusuhan,"

"Itu yg dimaksud qur'an orang-orang munafik!" aku menimpali. Geram juga dengan ceritanya yg seakan tak kunjung usai. "Al munafikuna wa al munafikina ba'dlohum mim ba'dli, orang munafik sama saja. Mereka mengajak berbuat keburukan, seperti merasa mengajak berbuat kebaikan. Ya'muruna bil munkar wa yanha 'anil ma'ruf. Sholat mereka batal oleh keburukan tindakan. Nasullah wa nasiyahum, Tuhan melupakan mereka, karena mereka lupa bahwa sholat adalah ikrar untuk hidup dalam kebaikan," 

"Itu... Bukti?" Jon seakan tersadar.

No comments:

Post a Comment