Motor butut si Jon - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, October 11, 2018

Motor butut si Jon

Maafkan aku yg terburu-buru pergi. Boneka lucu dan buku kecil itu, adalah pesanku agar keindahanmu selalu bersama kepintaran yg sebaiknya selalu kau jaga._Jon Q_ 


Sudah 10 tahun motor itu menjadi teman jalan-jalan Jon. Di tahun 2013, Jon mendapat hadiah motor baru yg lebih mahal dan kencang dari motor butut yg ia pakai sekarang. Ia mendapat hadiah itu karena telah berjibaku dengan setia pada sapi-sapi dan kotorannya. Jiwanya yg terlalu tua karena perjalanan hidup, ia menolak motor itu. Ia memilih setia, terdengar seperti judul lagu, dengan motor lamanya. 


"Ada kisah keren bersama dia (motor bututnya)," kata Jon mengisahkan masa remajanya yg penuh petualangan. 

Sebelas tahun lalu, Jon ditawari bapaknya mau beli sepeda balap yg diimpikannya atau motor. Ia orang yg senang dengan kesederhanaan, dan akhirnya memilih sepeda balap. Tapi, di luar dugaan Jon, bapaknya juga beli motor yg akhirnya ia pakai hingga saat ini. 

Di tahun itu juga, ia mengajak temannya ke daerah timur. Perjalanan dua jam dengan kecepatan penuh. Temannya salut pada Jon yg sableng naik motornya. Hampir menabrak angkot, penumpang mikrolet yg mau turun, dan konyolnya dia belum punya SIM, tapi nekat. Teman Jon yg saat itu belum berani jadi joki, kini sudah pegang motor kopling. Sebaliknya, Jon seperti seorang rider yg sudah sepuh. Naik motor tak pernah mengebut lagi, meski tetap saja malas pakai helm dan belum punya SIM. 

"Mau ngapain Jon kesana?" tanya temannya saat itu. 

"Someone speciall," dari SMA Jon memang sok keren, padahal tak keren sama sekali. 
Di pertengahan jalan, mereka mampir di toko boneka. Membeli boneka dan membungkusnya beserta buku kecil. 

"Sok romantis lu - haha," kata temannya. 

"Buat dia. Gue kan gak pernah gak serius tentang cinta," itu mengapa dari SMA Jon dikagumi teman perempuan dan adik-adik kelasnya. Sedang adik sesama lelaki, ada sebagian yg membencinya. Dibuktikan dengan perkelahian mereka, sampai tangan Jon tak bisa memainkan gitar lagi, dan pensiun bermain musik. 

Dia tak bertemu perempuan yg ia suka, hanya menitipkan dua bingkisan hatinya itu. Meski tak bertemu, ia cukup bangga dengan kenekatannya dalam berkendara. Tak heran, dulu teman jalanannya banyak. Tak seperti sekarang, meski tetap jadi orang tua sok gaul, teman jalannya hanya motor butut itu dan buku di bawah jok motornya.

No comments:

Post a Comment