Ten question - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, October 22, 2018

Ten question

Jangan pernah berhenti bertanya, dan bicaralah sepuas hatimu di hadapan orang yg paham._Jon Q_

Seorang siswa bertanya, "Jika Tuhan maha kuasa, mampukah Ia menciptakan sesuatu yg lebih kuat dari-Nya?"

Aku tak bisa menjelaskan tentang falasi berpikir (logic fallacy), kerancuan berpikir/logika. Aku juga tak bisa menjelaskan tentang wahdatul wujud, misalnya, bahwa apa yg diciptakan Tuhan adalah Tuhan itu sendiri.


"Pertanyaan ini keren," kataku. "Orang yg senang memikirkan hal-hal seperti ini adalah calon orang-orang hebat (The Greatmen). Jangan ditanyakan ke sembarang orang, tapi pada gurumu ini, kamu boleh bertanya apapun,"

Lalu aku pun mendongeng.

Pertanyaan seperti itu nadanya hampir sama seperti pertanyaan-pertanyaan mahasiswa baru, yg pada akhirnya menyerah mencari jati diri, lalu akhirnya memilih menjadi 'orang umum'.

"Mampukah Tuhan menciptakan batu yg Tuhan sendiri tak bisa mengangkatnya?" atau, "Mampukah Tuhan memotong-motong atom yg tak bisa dipotong lagi?"

Biasanya aku jawab slengean, "Yak, memangnya Tuhan gak ada kerjaan, disuruh-suruh gitu?" atau jawaban dari seorang kakak kelas waktu masih kuliah dulu, "Kalaupun Tuhan bisa, kita mau apa? Teriak, 'Hore!' gitu?"

Tapi tentu bukan itu jawabannya. Aku jelaskan tentang pengertian 'tahu' dan 'percaya'. Tentang apa yg tak bisa kita ketahui, dan apa yg harus kita percayai. Dulu, saat kuliah, aku sering meminta anggota forum untuk membuat 10 pertanyaan tiap minggunya, dan akan dibahas di pertemuan itu. Pertanyaan apapun, bebas. Bukan karena aku banyak tahu - sama sekali tidak, tapi membantu tumbuh-kembang proses berpikir mereka. Di sini, tempat tinggalku saat ini, aku belum bisa membuat forum seperti itu lagi. Pertama, aku orang baru yg tak banyak teman. Kedua, nuansa sekterian di sini begitu kental. Beda sedikit dianggap kafir, sesat, murtad. Sedang ada tanggung jawab besar yg aku pikul, yg harus ku jaga mereka dari anggapan-anggapan itu.

No comments:

Post a Comment