Tetaplah dengan cintamu, nak... - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, October 5, 2018

Tetaplah dengan cintamu, nak...

Ia berkisah masa mudanya pada para muridnya, tentang cinta. Seorang yg menganggap dirinya buruk di mata orang lain, tanpa pernah bercermin dan melihat kenyataan tak seperti itu. Ia pun bekerja keras untuk membuat sesuatu yg menakjubkan untuk orang yg ia cintai. Mendekatinya, menciptakan ribuan syair cinta untuknya. Tapi, di satu ujung waktu mereka bersama, ia harus menyadari betapa cinta yg ia berikan terlalu besar. Dan hati yg begitu kecil, tak akan sanggup menampungnya. Ia tertinggal, diberikan hadiah kebencian, dan dipaksa waktu untuk melupakan. Tapi, tak akan ada yg mampu melupakan manisnya jatuh cinta. Meski di sisi kirinya - cinta, ia membawa duka, sisi kanannya begitu bercahaya.


"Biarkan ia yg kita cintai membenci kita. Biarkan ia merasa telah mengalahkan kita," kata sang guru. "Tapi, tetaplah dengan cintamu, nak. Jangan pernah kau kehilangan cintamu. Karena dengan itu kau bisa memulai lagi dengan siapa saja. Karena semua kebencian yg ada di dunia inilah, cinta harus tetap berada di hati kita. Ia seperti cahaya dalam jiwamu. Terkadang kegelapan memang datang, tapi itu bukan karena kau tak memiliki tempat untuk bersinar. Kegelapan datang untuk menyadarkan kita, tentang jeda waktu yg membuat kita harus menunggu. Dan yakinlah esok mentari kan bersinar lagi.

Jangan biarkan kebencian seseorang padamu menjadikanmu buruk. Tetaplah dengan cintamu. Karena kebencianlah, cinta di hati kita tak boleh hilang. Besarkan cintamu seluas samudera. Tenggelamkan kebencian, dan larutkan semua perasaan keburukan yg orang berikan untukmu. Cinta kan membuatmu semakin indah."

No comments:

Post a Comment