Cinta, aku pulang - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, November 9, 2018

Cinta, aku pulang

 Kita sering bertemu
Justru dengan takdir yang tak kita inginkan
Hasrat hati hendak ke kanan
Namun kaki beranjak ke sebelah kiri

Siapakah yang menggerakan diri ini
Pipi yang tertampar itu
Rasa sakitnya dari kulit pipikah
Atau dari tangan sang penampar

Akhirnya jalan itu ku pilih, sayang
Kita tahu segera atau pelan-pelan
Aku kan sampai pada persimpangan
Ujung jalan yang merupakan sebuah awal

Cinta, aku pulang
Aku terseret arus yang begitu dalam
Jauh tenggelam tak sadar tujuan
Hanyut terbawa gelombang yang melalaikan

Cinta, berapa puisi telah ku lewatkan
Dialog selepas maghrib itu kita tunda
Entah kapan kita dapat memulai kembali
Kemesraan yang tumbuh dari cahaya Tuhan

Kau harus tahu, cinta
Jalan hidupku ini tak mudah kau duga
Bahkan akupun tak tahu semua ini akan kemana
Hanya mengalir tergerakan dari dalam jiwa

Cinta, aku pulang
Membawa bekas-bekas luka perjuangan
Lelah jiwa selama masa pertempuran
Ku ingin semua itu hilang terhapus senyumanmu

Jangan menyerah, sayang
Manusia memang cenderung bebal tak mau diingatkan
Tapi Tuhan tahu dalam hati manusia tersimpan kekuatan
Perubahan yang hanya mereka mampu melakukannya

Jangan lari dari cahaya
Gelap malam yang kita nyaman di dalamnya
Hanyalah satu waktu sebelum kau tercerahkan
Melihat bahwa kegelapan bukanlah sebuah pilihan

Jumat, 9November 2018

No comments:

Post a Comment