Kita tak selalu baik, - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, January 13, 2019

Kita tak selalu baik,

25 Januari 2015 pukul 10.13

Tak ada yg lebih membanggakan dari menjadi seorang pemuda, selain berani hidup mandiri, bertanggung jawab sendiri dari tiap apa saja yg dilakukannya._Jon Q_

Minggu pagi-pagi Jon sudah mengecewakan ayahnya. Hari itu sholat subuhnya telat. Tak enaknya terlahir dalam keluarga priyayi memang begitu. Selalu teranggap anak-anak, yg belum mampu menanggungjawabi hidupnya sendiri. Tidak ada manusia yg sempurna, seseorang tak mungkin selalu 'sempurna' : baik. Begitu juga si Jon.

Agak siang, setelah mandi dia akan ke sekolahnya. Ada kerja bakti yg diusulkan oleh orangtua siswa. Sekolah si Jon seaneh orangnya. Di daerahnya mungkin hanya sekolah itu yg orangtua siswanya solid, mau bekerja kotor, mau berkorban apapun, meski seadanya. Itu yg terkadang membuat Jon merasa haru. Merasa tak layak menjadi orang - muda - yg oleh kehidupan diminta untuk menemani mereka : mengubah keadaan. Selain pengajian rutin Sabtu sore, mereka mau susah-susah membersihkan rumput sekolah. Dasar kebon, hujan sedikit saja sudah mirip lapangan semak.

Jon sudah siap dengan 'seragam rock n roll-nya'. Kaos partai tipis, celana 3/4 yg sobek disana-sini. Saat di depan pintu, ibunya menegur.

"Ganti! Jangan celana itu. Kamu itu guru, hargailah dirimu sendiri!" katanya.

"Aku mau kerja bakti, Ma," jawab Jon.

"Pokoknya ganti!"

Jon masuk kamarnya, tak jadi pergi. Dia mengambek.

Sifat ibunya itu turun ke kakak laki-laki si Jon. Tiap orangtua menginginkan yg terbaik untuk anaknya. Tapi yg tidak diketahui mereka adalah, mengapa mengukur kebaikan untuk orang lain dengan ukuran untuk dirinya sendiri? Tapi begitulah hidup si Jon, tak mau banyak protes pada orangtuanya. Ia selalu belajar menerima, meski itu memaksa untuk tidak menjadi dirinya sendiri. Hidup si Jon semacam tamparan untuk banyak orang yg menilai sesuatu dari cover : penampilan. Jon tipe orang 'tanpa label'. Tak peduli ia sebagai apa, tak peduli orang akan berkata apa. Yg ia tahu, ia siap untuk mandiri, tak berlindung di balik nama keluarga/orangtua lagi.

No comments:

Post a Comment