An angel at back him - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, March 30, 2019

An angel at back him

10 Januari 2015 pukul 14.09


Ada saatnya, tangis dan doa menjadi jalan yg terbaik. Terkadang rasa sakit terasa benar, ketika orang-orang di dekat kita menganggap kita sakit. Temani ia, tanpa menganggapnya kurang apa-apa._Jon Q_

Ibu Jon sakit. Kakinya tertusuk duri, lalu pikiran yg beradaptasi dengan sakit itu - beliau jarang sakit, membuat gula darahnya naik 3x lipat. Seperti si Jon, ibunya bukan orang yg senang dengan rumah sakit. Berbeda dengan Jon yg menganggap semua obat kimia justru akan memparah kesablengannya, ibu Jon tak tega melihat anaknya yg bekerja tanpa keluh itu sendiri di rumah.

Pagi hari, ibu Jon biasa membuatkan sarapan dan teh hangat. Tapi dasar Jon yg tukang molor, bangun kesiangan membuat teh itu tak hangat lagi.

"Makanya cepat menikah, ibu lu pengin temen di rumah," saran temannya malam lalu.

"Pengin apaan, orang mandatnya aja belum kok," jawab Jon. Maksud mandat adalah perintah ibunya. Beberapa kali dialog tentang pernikahan, ibu Jon terlihat belum mau melihatnya jauh dari rumah bersama perempuan yg belum tentu mengenalnya. Terkadang serasa masih jadi anak autis saja si Jon itu, tak boleh main semberangan.

Selain itu, beliau merasa tak tega melihat anaknya yg masih ketar-ketir membangun 'peradaban kecil', harus juga menghabiskan waktu bersama istrinya jauh darinya. Makanya, dia disarankan dapat orang dekat, agar bisa bolak-balik ke rumah.

"Terasa kan, kalau 'malaikat' lu lagi lemah begini," kata temannya. "Cium tangan dan kening di pagi hari terasa berat tak seperti sebelumnya, ya?" sambungnya.

Selain mencium tangan, Jon juga mencium kening bapak dan ibunya sebelum berangkat kerja. Bukti totalitas cintanya pada mereka, selain mematuhi perintah dengan mengabdikan diri untuk masyarakat. Kemampuan 'healing transfer' pun terasa tak menentu, karena Jon justru merasa ikut lemah melihat ibunya sakit. Ia cuma bisa berdoa, dengan doa khusus yg ia dapatkan dari pertapaannya. Mudah-mudahan manjur, dan ibunya segera sehat kembali.

No comments:

Post a Comment