Sekolah - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, March 26, 2019

Sekolah

8 Januari 2015 pukul 18.14

Itu bukan sekedar penjara penghafalan para anak muda awam. Lebih dari pendidikan, pembinaan, regenerasi ilmu pengetahuan dan karakter, tetapi juga tentang penyelamatan generasi masa depan : itulah sekolah. Seperti bahtera Nuh, di dalamnya bukan cuma diisi penumpang yg diam, tapi disana ada pewarisan peradaban._Jon Q_

Jaman nabi, masjid digunakan sebagai tempat musyawarah, pendidikan (tarbiyah), juga persinggahan musafir. Jaman pun berubah, pikiran umat muslim semakin dangkal, sempit. Masjid hanya sebagai tempat sholat. Pintu terkunci, jendela pun sama. Musafir/maling dianggap tak beda. Bahkan, di Malang Jawa Timur, pernah ada masjid yg akan dijual.

"DIJUAL MASJID SELUAS ...m, hub. 08xx, TANPA PERANTARA"

Sejarah baru, ada rumah Tuhan mau dijual. Tuhan nanti jadi gelandangan, / mungkin jadi anak kost.
Untuk apa didirikan masjid, jika menyembah Tuhan bisa dimana saja?

Agama ini berarti 'SELAMAT'. Agenda besar nabi-nabi adalah tentang penyelamatan. Jika masuk ke konteks sekolah, para 'nabi' itu adalah guru.

Tugas seorang guru adalah menyelamatkan generasi masa depan. Mencerdaskan, mencerahkan, menghidupkan pikiran anak-anak manusia. Dan sekolah diadakan, salah satunya agar konsistensi pemikiran para guru tetap utuh. Tak berubah karena uang, / jabatan.

Konsep guru-siswa adalah penerapan dari sistem kasta, tingkatan, dari Hindu. Dalam islam, tidak ada kasta. Konsep mursyid (guru)-murid, itu dari Arab, bukan dari Islam. Dalam sekolah seharusnya diajarkan tentang kesetaraan. Menghormati guru bukan cuma dengan mencium tangan, menyapa,/menuruti perintahnya. Melainkan dengan menjadi rekan, / tempat 'transfer jiwa', agar para siswa dapat secemerlang dirinya, / lebih.

Tapi, seperti masjid, arti sekolah semakin sempit. Penjara penghafalan, pertempuran nilai, perebutan ranking, indoktrinasi kekolotan para guru yg salah asuh. Uniknya, sebagian guru kita begitu : merasa selalu sempurna. Itu ku sebut 'manusia setengah nabi yg tersesat'. Merasa selalu baik, ideal. Utopis.

No comments:

Post a Comment