Abstrak, kongkret, bullshit - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, April 30, 2019

Abstrak, kongkret, bullshit

15 Desember 2014 pukul 13.28

Kita tak selalu berada 'di atas roda kehidupan' - kemudahan. Jangan menghina mereka yg lemah, bisa jadi itu adalah kita suatu saat nanti berada dalam kesulitan._Jon Q_

"Itu orang masih muda kok ya ngamen? Waktu remaja 'ngapain aja' sih?" celetuk teman Jon. Minggu pagi, jam 9-an, kami bertiga ngopi di halaman rumah Jon.

"Siapa tahu, Di, anak-anak muda seperti itu bisa saja sedang belajar hidup mandiri," kataku. Jon tersenyum. Diminumnya kopi hitam kesukaannya.

"Masa depan itu, cerminan dari masa lalu. Mereka yg bekerja keras saat muda, di masa tuanya akan kaya," kata Di lagi. "Tapi siapa yg malas, hidupnya akan statis, tak ada perubahan," Di adalah teman kami, ia Sarjana Menejemen Ekonomi.



"Uhuk!" si Jon tersedak, mendengar kata 'malas' dan 'hidup statis'. Maklum, si Jon masih berada tepat di garis kemiskinan. Naik satu tingkat dengan mayoritas manusia bangsa ini yg masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Hidup ini sebenarnya sederhana. Tinggal bekerja saja, menabung, maka hidup akan senang," kata Di lagi.

"Di, kapan terakhir kamu nunggak bayar listrik?" tanya Jon.

"Eh? Selalu tepat aku bayar listrik," jawab Di.

"Terakhir dikejar tagihan hutang?"

"Em, rasanya nggak pernah,"

"Terakhir kelaparan deh?"

"Haha, apalagi kelaparan, bisnis abah alhamdulillah lancar terus,"

"Kalau begitu, apa yg kamu bicarakan itu hal-hal abstrak bullshit - omong kosong,"

Kami diam, mendengarkan.

"Kamu tak pernah kelaparan, dikejar tagihan hutang, listrik, bayaran anak sekolah, belanja harian istri, sedang kamu tak bekerja, ini hal-hal kongkret, nyata." Jon mulai 'menampar' kesadaran kami. "Kamu tak pernah merasakan kemana lagi akan meminta, hutang banyak, beras habis, meminta pada orangtua/saudara pun malu karena sudah berkeluarga. Istri pun ikut bingung, bagaimana cara meringankan beban suami. Enak sekali kamu ini bilang 'hidup ini sederhana'? Itu kata-kata motivator kampret, bicara di depan orang yg membayarnya, sedang orang miskin dilupakan begitu saja," Jon marah. Mengerikan.

No comments:

Post a Comment