Bapaknya si Jon - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, April 11, 2019

Bapaknya si Jon

19 Desember 2014 pukul 14.05

Usia mereka (para kepala sekolah) itu memang lebih tua, tapi otaknya tidak ada apa-apanya dibanding kamu._Bapaknya si Jon_

Jon lagi pesimis. Perasaan tak pantas menjadi pemimpin kembali menyiksa pikirannya. Siang itu ada rapat di dinas kota, dia malu datang kesana tanpa teman.

"Tak usah malu, mereka mungkin lebih tua, tapi pemikirannya jauh lebih tinggi kamu. Lihat rambut kamu itu, tinggi, menantang langit - mowhakian, seperti pemikiranmu,"

Di rumahnya, suatu saat pernah mereka (Jon, bapak&ibunya) berbincang masalah jodoh.

"Nanti kamu cari anak orang kaya yg hidupnya miskin. Anak-anak seperti itu pekerja keras," kata ibunya.

"Ya ampun, Ma. Jaman berubah, perempuan seperti Mama itu sudah punah. Anak lurah yg hidup sederhana? Fyuuh.." kata Jon.

"Oh iya, ya. Kemarin di angkot mama dengar cerita, ada anak perempuan, bapaknya kuli bangunan, tapi tak mau naik sepeda berangkat sekolahnya. Minta dibelikan motor," kata ibu Jon lagi.

"Lha itu, yg gadai sepeda buat cicil motor, anaknya kan begitu," tambah bapaknya Jon.

"Makanya, Jon cari yg biasa saja. Tak apa cuma lulusan SMA/SMP, yg penting pikirannya terbuka, dan menerima Jon yg hidup begini - kere,"

"Lah, cari dimana perempuan begitu Jon?" tanya ibunya.

Jon belum sempat bicara saat bapaknya menjawab, "Nanti Tuhan kasih. Tak usah cari,"

"Ajib, yakin benar bapak gue," gumamnya.

"Perempuan jaman dulu, mereka diajak ke tempat kerja orangtuanya : sawah, kebon, pasar. Mereka prihatin, minimal berpikir hidup orangtuanya susah, jadi mereka tak manja, diminta ke pasar juga siap. Jaman sekarang? Wew, susah bedakan mana yg lebih berharga, perempuan atau sapi kurban," ucap Jon satire. 

Sadis.

No comments:

Post a Comment