Cangkang kerang, - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, April 26, 2019

Cangkang kerang,

 22 Desember 2014 pukul 18.55

Kita semua akan saling meninggalkan, saling menjauh, terpisah. Tapi, itu tak akan selamanya. Suatu saat, kita akan dikumpulkan di waktu yg tak bisa kita tolak. Hapuslah kebencian itu dengan cinta, agar ketika kita dikumpulkan, tak ada rasa malu yg kan kita tunjukan._Jon Q_

"Cangkang kerang ini, kemana para penghuninya pergi?" tanya si Jon. Pertanyaan retoris begini tak usah dihiraukan. Ia memang tukang bertanya yg membingungkan.

"Ya mati-lah, Jon. Mereka - kerang-kerang itu - mati, lalu kembali menjadi tanah," jawabku sekenanya.
"Dalam beberapa hal, kita tak lebih hebat dari mereka," katanya lagi.

"Mi-sa-l-nya?" tanyaku bergurau.

"Mereka meninggalkan jejak, cangkang. Itu bisa dihuni oleh kerang lain yg rusak cangkangnya, atau untuk hiasan manusia,"

"Maksudmu, cangkang itu tak harus dipendam dalam tanah seperti manusia?"

"Iya,"

"Eh, iya ya, apa yg tersisa dari manusia ketika meninggalkan dunia ini? Tubuhnya terkubur, kekayaannya diperebutkan. Tidak seperti cangkang kerang ini, meski berserakan, mereka meninggalkan jejak," kataku menambahkan. Sore itu kami ke pantai, sengaja menikmati sunset.

"Hidup ini terkadang seperti pinjaman, ya," tanya Jon lagi, retoris.

"Maksudmu?"

"Kita diberi waktu, entah untuk apa tak ada perintah jelas. Sampai waktu itu habis, kita dibiarkan sendirian menikmati/pun meratapi hidup ini. Lalu ditagih-lah pinjaman waktu kita di suatu saat. Untuk apa kita gunakan pinjaman itu,"

"Tidak ada perintah jelas bagaimana toh? Wong di kitab suci sudah jelas kok. Sendiri bagaimana, Tuhan kan selalu menemani kita?"

"Kitab suci kita 'absurd'. Siapa yg berhak menerjemahkannya? Ulama? Mengapa ulama merasa harus diikuti fatwanya? Bukankah kita merdeka secara individu? Kita sendirian. Tuhan tak datang saat bencana menimpa kita,"

Aku terdiam. Dibingungkannya.

"Lagi-lagi kita tak lebih tegar dari cangkang kerang. Kita tak lebih kuat dari kerang, yg kita tak tahu bagaimana cara mereka mendekati-Nya. Tapi mereka tetap kuat, meski hanya cangkangnya saja,"

No comments:

Post a Comment