Filosofi hidup - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, April 2, 2019

Filosofi hidup

10 Januari 2015 pukul 22.40

Jika kau memiliki filosofi hidup yg bagus, maka pasti jenis pekerjaan yg kau tekuni bukanlah hal terpenting dalam hidupmu._Alexander S. Neill_

"Sekarang aku mulai mampu untuk mendengar tanggapan negatif orang, atas jalan hidup yg aku pilih," seorang teman berujar pada Jon. "Tapi bagaimana nanti dengan orangtua, keluarga, saudara, orang-orang yg menyayangiku? Apa mereka mampu terus menerus melihat aku teranggap buruk dengan jalan hidup yg ku pilih ini?"

Manusia memang senang bermain dengan ketakutannya sendiri. Orang beragama rajin berdoa, alih-alih meminta pada Tuhannya, doa itu hanya mengobati luka (ketakutan) yg dibuatnya sendiri.

"Aku mencari Tuhan, tapi yg ku temukan diriku sendiri. Dan aku mencari diriku sendiri, tapi yg ku temukan Tuhan," kata Abu Yazid al busthami.

Apa yg manusia cari dalam hidup ini? Apa yg menjadikannya bahagia?

Maslow barangkali mampu menjawabnya. Untuk kategori binatang, kebutuhan fisik-lah yg akan membuatnya bahagia. Untuk manusia yg stagnan, kebutuhan sosial, cinta, ekspresi, yg membuatnya bahagia. Tapi untuk ia yg telah cukup dengan kebutuhan terbawah itu, akan bahagia ketika merasa semakin dekat dengan Tuhan tanpa sifat merusak : fisik, hubungan sosial, ekspresi.

"Jika kau takut hari esok, jangan tidur malam ini," kata Jon. "Nikmati malam ini dengan terjaga. Paling tidak, saat-saat seperti inilah yg dapat kau nikmati tanpa rasa takut sebelum esok datang,"

Filosofi hidup Jon sesederhana hidupnya. Usia adalah anugerah, untuk menikmati hidup yg begitu indah. Nikmati tanpa rasa bersalah, apapun yg terjadi. Sekalipun ia berada di tengah kondisi yg sama sekali tak bisa dinikmati. Sebelum usia tuntas, ada tugas hidup yg harus dibayar. Menyebar kebahagiaan, bekerja keras untuk banyak orang, berkarya nyata agar ada bukti ketika ia telah tiada. Tanpa tahta dan seragam, ia tetap mampu berbahagia dan berkarya : itu tanda menikmati hidup.

No comments:

Post a Comment