Misi dari pernikahan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, April 6, 2019

Misi dari pernikahan

28 Desember 2014 pukul 13.27

Kita akan membangun diri, keluarga, bani, bangsa, dan ikut memperbaiki dunia ini generasi demi generasi._Jon Q_

Sebelum dipinang oleh Khadijah, Muhammad ibn Abdullah adalah pemuda setengah galau karena selalu gagal menikah. Ia yatim piatu, miskin, dan buruh biasa. Ia hanya memiliki karakter yg hebat, dan pemikiran yg melebihi keumuman, melampaui zaman. Tapi, dulu/sekarang, tetaplah kekayaan yg dilirik pertama banyak orangtua, dan - maaf jika tersinggung - wanita.

Salah satu misi pernikahan yg rasul ajarkan adalah tentang kebesaran persaudaraan. Ia menikahkan anaknya, Ruqayyah dan Ummu Kultsum dengan Utsman, dari bani (keluarga besar) Umayyah, saudara buyut yg terus bersimpang pikiran. Ia menikahi Ummu Habibah dari bani Umayyah, juga sebagai konsolidasi (perdamaian) antar klan. Ia menikahi Maria al qibtiah, agar menjadikan Mesir sebagai bagian dari keluarga Islam. Lalu menikahi Sopia/Safiyah dan Raihanah dari kaum Yahudi. Juwairiah dinikahinya untuk menyelamatkan kaumnya dari perbudakan kaum kaya Mekah saat itu.

Dari begitu banyak istri, yg dinikahi dalam keadaan gadis dan terhormat adalah Aisyah. Itupun atas permintaan Abu Bakar. Lainnya, murni motif perdamaian dan persaudaraan. Juga, tak ada satupun istri yg ia nikahi dengan perayaan mewah. Bahkan, Khadijah disarankan agar pernikahannya sederhana saja - meski kaya, karena ternyata di periode kedua berkeluarga, ia miskin dan terancam - makin nampak kenabian Muhammad. Tidak seperti zaman ini, mengaku ustadz, kyai, tapi merayakan pernikahan bak pesta rakyat. Menjadi pewaris nabi - warotsah al anbiya, dengan menginjak-injak dasar ajaran tanpa sadar.

"Sebesar apa sih keluarga mereka? Menjadi teladan umat kok dengan memamerkan kemewahan?" kata Jon suatu saat. Ia menolak jika suatu saat menjadi seperti itu juga. Meski nyatanya, keluarganya 'doble xl', luar biasa banyak. Kakek dari ibu dulunya lurah, banyak orang yg mengabdi padanya. Sedang kakek dari bapak, seorang tuan tanah yg sufistik. Cukup banyak orang yg mengikutinya.

No comments:

Post a Comment