Moksha - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, April 3, 2019

Moksha

30 Desember 2014 pukul 17.03

Manusia menciptakan keburukan nasibnya sendiri. Ia bertempur dengan apa yg ia ciptakan sendiri. Kalah/menang, sejatinya hanya tentang dirinya sendiri._Jon Q_

Dua tahun pertama kuliah si Jon, ia tak pernah akur dengan dirinya sendiri. Nyaris tak ada malam-malam yg ia habiskan untuk berpikir. Melawan pemikirannya sendiri, yg sebelumnya pemikiran itu telah mapan dan terasa nyaman. Di malam-malam minggu, ia ingin tertidur pulas, tapi justru ia pergi menjelang malam dengan sepeda gunungnya ke kota. Ia ingin berhemat, tapi nafsunya terlalu besar tiap melihat buku-buku 'seksi' : filsafat, teosofi. Ia ingin berhemat, tapi justru sering boros sok kaya dengan membagi makanan pada sebagian kecil rakyat jalanan.

Saking tersesatnya dalam pikirannya sendiri - ia autis, terkadang ia melihat dirinya sendiri yg berdebat dengan nafsu/hasrat diri.

"Gue bilang juga apa, jangan belagu. Lapar kan lu? Siapa yg akan menolong, Tuhan yg akan melipatgandakan? Nyatanya tidak, kan? Lu sendiri yg repot. Susah-susah lu belain Dia, pas lu susah begini, tak datang kan Dia?" ejek hasratnya.

Tak jarang ia harus bertarung dengan kemunafikan dirinya sendiri. Ia butuh uang, teman, kekasih, tapi ia keukeuh tak mau memikirkan lebih dalam. Tapi saat kesempatan datang dan usahanya lenyap, ia pun putus asa dalam kemunafikannya sendiri.

"Jika kau ingin, kenapa berkata tidak? Karena ada tugas yg lebih besar? Jika benar, maka lepaskanlah keinginan itu. 'Moksha'-kan (lepaskan) dirimu yg tak mau dikendalikan." kata hatinya. "Manusia tak akan dibebani lebih dari kapasitasnya. Mengapa? Karena beban itu diciptakan oleh dirinya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang tak bisa mengalahkan apa yg dibuatnya sendiri?"

Seperti seorang pasien yg mendatangi dokter. Sang dokter tahu, obat apapun akan memperburuk kondisinya. Tapi eksistensi sebagai dokter dipertaruhkan, jika tak bisa menangani itu. Tanpa berkata yg sebenarnya terjadi di dalam diri pasien, ia berkata, "Minumlah obat ini, 3x sehari. TENANGLAH, pasti bapak segera sembuh,"

No comments:

Post a Comment