Pemikir praktis - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Saturday, April 13, 2019

Pemikir praktis

23 Desember 2014 pukul 10.32

Orang yg membutuhkan pengakuan masih berada dalam kedewasaan yg labil. Sebaliknya, orang 'stabil', diakui/tidak, dimarahi/disenangi, ia tetap tenang._Jon Q_

Pagi lalu Jon nyaris menabrak orangtua yg salah jalur. Sudah salah jalur, tak menyalakan lampu riting, marah-marah dan memukul kepala Jon pula. Tapi, dasar si Jon tak punya harga diri, ia malah meminta maaf dan menganggapnya sambil lalu. Hatinya tak kaget, berdegub, atau gelisah. Ia malah berpikir, jangan-jangan itu cara Tuhan untuk menghukumnya, dengan memarahi dan memukul Jon meski mereka yg salah. Entah setelah itu akan tertimpa apa orangtua itu. Untuk suatu akibat, seseorang harus melakukan sebab.

Jon tipe pemikir praktis. Orang menganggapnya selalu serius, merenung, memikirkan sesuatu. Sedang sebenarnya sebaliknya, ia senang tak berpikir, mengosongkan pikiran, pura-pura blo'on padahal memang bego, dan suka bercanda. Kakaknya saja masih jengkel padanya, karena terlalu sableng untuk menjadi orang dewasa. Entah dewasa itu harus seperti apa.

Para pemikir praktis adalah orang-orang yg tahan berada dalam tekanan. Menyerap pemahaman sebanyak-banyaknya, meski ia 'babak-belur'. Saat kuliah tingkat 1 dan 2, Jon diremehkan oleh seniornya karena ia lebih sering diam saat debat dalam organisasi jurusannya. Selain beban masa lalu dari ibunya yg menganggapnya lamban dalam berpikir, Jon sedang 'membaca' kondisi. Terbukti, memasuki tingkat 3, bukan cuma seniornya yg dibikin bingung, teman-teman sekelasnya semakin yakin Jon itu semacam alien yg tersesat di bumi. Makhluk asing setengah waras, yg mudah akrab tapi sama sekali tak bisa dimengerti.

No comments:

Post a Comment