Sakit 20 April 2019 - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, April 23, 2019

Sakit 20 April 2019

Hampir seperti di tahun 2017, berat untuk beribadah, mata panas tak bisa ditidurkan, dan halusinasi. Memang ini lebih ringan, daripada di tahun itu yang sampai seringkali kejang-kejang dalam tidur (kata istri).

Tahun 2018, seorang alumni siswa smk meminta tolong untuk mendoakan bapaknya yang sakit aneh. Sudah 14 tahun bolak balik rumah sakit, alternatif, bahkan dirukyah, hasilnya sama. Aku pikir, Lah wong sama mereka saja tak bisa mengapa aku harus merasa bisa? Maka dari awal aku serahkan pada Allah saja. Setelah tanya-tanya, apa pernah ke dukun, ngelmu, dsb, akhirnya aku bacakan surah ar rahman. Bukan karena itu surat spesial, karena cuma itu surat yang agak panjang yang aku hafal. Atas izin allah, sembuh. Walaupun saat itu sudah terlalu parah. Kehilangan kesadaran, BAB dan kencing di kasur.

Ternyata, pola-nya terbaca. Tiap menjelang ramadan, penyakit itu kambuh. Dan penelitian selanjutnya menyampaikan ku pada asumsi, beliau kena sihir. Ketika dibacakan ayat quran, ada yg keluar dari tubuhnya, dari tubuh keluar asap, mendadak ingin BAB tapi saat duduk mau BAB tak bisa keluar, dsb.

Hari Kamis setelah pencoblosan, beliau masuk rumah sakit lagi. Minggu ini sebenarnya aku sudah sangat lelah. Tapi jika ada orang yang meminta tolong, rasanya sulit untuk menolaknya. Bukan karena orang itu, tapi aku 'melihat' Allah disana. Singkat cerita, Jumat sore beliau akhirnya wafat. Mungkin karena merasa gagal, atau apa, badan ini terasa ngedrop.

Biasanya, sakit seperti apapun aku masih bisa merasakan rahmat Allah dalam bentuk apapun. Tapi kali ini, aku merasa ada yang menghalangi halangi entah apa. Lalu maghrib kemarin (22 April), aku berpikir, ah sekarang kan aku punya teman-teman? Mengapa aku tak meminta alfatihah dari mereka? Dan juga aku meminta alfatihah pada guru MI-ku yang mengaji di mushola selepas maghrib, ditambah alfatihah dari kakakku yang lagi umroh. Alhamdulillah.

Entah benar atau tidak, selepas isya hujan besar mengguyur. Dalam surat an naml (an nahl?), hujan turun di antaranya mengusir setan dan menurunkan rahmat. Aku merasa benteng-benteng yang menghalangi rahmat Allah itu hancur. Dua jam hujan berlangsung, saat itu aku tertidur. Dan jam 9 terbangun, praktis tubuhku tak panas lagi, mata adem, perasaan terhalangi rahmat juga hilang, lalu aku sholat isya dengan berdiri (karena sebelumnya hanya kuat sambil duduk).

No comments:

Post a Comment