Second chance - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, April 24, 2019

Second chance

13 Desember 2014 pukul 20.02

Kita tak pernah tahu kapan ia datang. Ia bisa datang kapan saja tanpa meminta persetujuan. Meski untuk beberapa orang itu bisa 'ditawar', kita tak bisa selalu menang._Jon Q_

"Dua hari kemarin aku linglung, tak ingat apa-apa," Jon bercerita. "Dan hari ini, kau boleh tak percaya, aku mengalami itu - sakaratul maut,"

Aku menelan ludah. Temanku ini sudah sering bercerita aneh. Tapi tentang pengalaman sekarat, emm.. Aku benar-benar takut.

"Siang lalu aku tutup rapat guru dengan terburu-buru," ceritanya lagi. "Tiba-tiba perutku sakit. Aku kira cuma sakit biasa, tapi ternyata bukan. Ia bertahan, lama, dan kau tahu, aku mungkin mengalami itu,"
Aku melongo. Masih tak percaya.

"Aku meminta tolong pada guru untuk meminjam bantal di penjaga sekolah. Menjejerkan kursi untukku berbaring. Rasa sakit itu, mengambil kekuatan (energi) tubuhku. Nafasku melambat, detak jantungku melemah, serasa aku kehabisan oksigen." lanjutnya. "Lalu aku berbaring, tertidur setengah sadar. Semua ingatan terlihat dalam pikiran, kemudian kakiku mulai dingin, tubuhku tak bisa ku rasakan lagi,"

Gila! Ini orang mengarang / cerita benar? Aku jadi ingat tentang 'pemberian catatan/kitab amal' ketika seseorang sekarat. Aku juga ingat, jika tubuh yg akan wafat katanya memang seperti itu.

"Kesadaranku hilang, tapi aku masih mendengar suara percakapan guru-guru di ruang itu," ceritanya lagi. "Aku berdialog dengan seseorang - dalam ketidaksadaranku,"

Sejenak aku ingat orang yg telah terkubur masih dapat mendengar terompak kali pelayat.

"Jika kau memanjangkan umurku, sangat mungkin aku bisa menolong sedikit orang disini. Tapi jika kau memendekan, itu terserah engkau, aku tahu engkau tahu tak akan ada lagi manusia sepertiku yg lahir di tempat ini,"

Pikiranku melayang. Mengingat kisah-kisah sufi timur tengah, pengalaman mereka seperti yg Jon ceritakan.

"Kita tak akan pernah tahu kapan ia datang. Tentu kita harus selalu siap, tapi seringkali kesiapan saja tak cukup. Kita harus mewariskan sesuatu untuk umat manusia,"

No comments:

Post a Comment